Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asia Pasifik Jadi Wilayah dengan Pendapatan Box Office Tertinggi

Pasar Asia Pasifik menjadi kawasan box office nomor satu di dunia dengan pendapatan senilai US$16,7 miliar atau menguasai sekitar 40,6% total pendapatan global.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 08 November 2019  |  18:15 WIB
Film Avengers: Infinity War - Istimewa
Film Avengers: Infinity War - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar Asia Pasifik menjadi kawasan box office nomor satu di dunia dengan pendapatan senilai US$16,7 miliar atau menguasai sekitar 40,6% total pendapatan global.

Hal tersebut diungkapkan oleh mantan perdana menteri Australia Kevin Rudd dalam ajang Asia Society’s U.S.- Asia Entertainment Summit di Los Angeles, Amerika Serikat.

“Apakah kita suka atau tidak, hubungan AS-Cina memengaruhi sebagian besar kawasan Asia Pasifik, termasuk urusan geopolitik dan industri hiburan,” katanya seperti dikutip Variety, Jumat (8/11/2019).

Rudd meyakini bahwa ditengah persaingan dua negara adidaya tersebut, masih ada optimisme yang patut dipupuk mengingat keduanya masih saling membutuhkan dalam beberapa hal, termasuk industri perfilman.

Tentu saja, Amerika Serikat merupakan negara yang paling masif memproduksi film-film global. Sementara itu, Cina menjadi pasar film paling besar di dunia yang menjadi banyak incaran film produksi Hollywood.

Adapun, President and Managing Director Motion Pictures Association  of America Michael Ellis menegaskan bahwa saat ini semakin banyak orang Asia yang pergi ke bioskop dibandingkan dengan sebelumnya.

Berdasarkan data dari Oxford Economics, lanjutnya, tahun lalu industri film dan televisi menghasilkan sekitar US$48,8 miliar dari total kontribusi PDB Cina dan menghasilkan 4,7 juta lapangan pekerjaan.

Di Jepang, industri film dan televisi secara langsung menyumbang US$22,5 miliar terhadap PDB dan menambah 521.000 lapangan pekerjaan. Sementara, di Korea Selatan industri ini menyumbang US$7,53 miliar dan 315.000 pekerjaan.  

Selain Cina, Korea Selatan memang merupakan salah satu pasar hiburan untuk film dan televisi yang cukup potensial kendati jumlahnya masih jauh di bawah Negeri Panda. Jumlah penetrasi pengguna video on demand di negara itu mencapai 38%, lebih tinggi dari Cina yang hanya 14%.

Data lainnya menunjukkan, tahun lalu Korea Selatan mengekspor produk film dan televisi senilai US$600 juta, 31% di antaranya merupakan produk film sementara 69% lainnya merupakan produk televisi.

Film Popular

Beberapa judul film dari Amerika Serikat rilisan tahun ini yang menghasilkan pendapatan tertinggi di pasar China adalah Avengers: Endgame  dengan pendapatan US$597 juta, Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw pendapatan US$202 juta, dan Spider0Man: Far From Home pendapatan US$199 juta.

Sementara itu, beberapa judul film yang tampil lebih baik di pasar Cina daripada Amerika Serikat adalah Bumblebee, Alita: Battle Angel, Godzila King of the Monsters, dan Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw.

Adapun, kritik yang seringkali masuk dari pejabat Cina terhadap film-film Hollywood adalah maraknya film yang hanya ditujukan untuk komersial bukan film berorientasi keluarga.

“Mau bagaimana pun ini adalah bisnis. Angka-angka [pendapatan film] yang ada menunjukkan cerita. Ini lah yang disukai penonton dan selama penonton menyukainya, kami akan membuatnya,” tandas Ellis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asia pasifik box office
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top