Mana Lebih Baik, Olahraga Pagi Hari Sebelum atau Sesudah Sarapan? Ini Penjelasannya

Kapan biasanya Anda berolahraga di pagi hari? Sebuah studi menunjukkan bahwa olahraga pagi hari paling baik dilakukan sebelum sarapan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 20 November 2019  |  15:05 WIB
Mana Lebih Baik, Olahraga Pagi Hari Sebelum atau Sesudah Sarapan? Ini Penjelasannya
Ilustrasi - Codyapp

Bisnis.com, JAKARTA - Kapan biasanya Anda berolahraga di pagi hari? Sebuah studi menunjukkan bahwa olahraga pagi hari paling baik dilakukan sebelum sarapan.

Dalam studi baru yang diterbitkan Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, para ilmuwan kesehatan di Universitas Bath dan Birmingham menemukan bahwa dengan menukar waktu makan dan berolahraga seseorang dapat lebih mengontrol kadar gula darah.

Studi ini berlangsung selama enam minggu dan melibatkan tiga puluh pria yang diklasifikasikan sebagai obesitas atau kelebihan berat badan. Para peneliti membandingkan hasil dari dua kelompok intervensi (yang sarapan sebelum/sesudah latihan) dan kelompok kontrol (yang tidak membuat perubahan gaya hidup).

Hasilnya, mereka menemukan bahwa orang yang melakukan olahraga sebelum sarapan membakar dua kali lipat jumlah lemak daripada kelompok yang berolahraga setelah sarapan.

Hasil lainnya, pada orang yang berpuasa semalaman, terdapat peningkatan penggunaan lemak terutama karena kadar insulin yang lebih rendah selama berolahraga. Itu berarti bahwa mereka dapat menggunakan lebih banyak lemak dari jaringan lemak dan di dalam otot sebagai bahan bakar saat berolahraga.

Untuk menguji pembuktian prinsip tersebut, studi awal hanya melibatkan pria. Di masa depan, studi akan berupaya menerjemahkan temuan ini untuk kelompok yang berbeda, termasuk wanita.

Olahraga sebelum sarapan dinyatakan memiliki efek mendalam dan positif pada kesehatan para peserta. Itu terjadi karena tubuh mereka lebih mampu merespons insulin, menjaga kadar gula darah terkendali dan berpotensi menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Berdasarkan bukti yang muncul, waktu makan dalam kaitannya dengan olahraga dapat mengubah seberapa efektif olahraga itu. Tim di balik penelitian ini ingin fokus pada dampak penyimpanan lemak pada otot individu yang berolahraga sebelum atau setelah makan dan efeknya. Hal ini terjadi pada respons insulin terhadap makanan.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa mengubah waktu makan, sehubungan dengan berolahraga, dapat membawa perubahan besar dan positif bagi kesehatan secara keseluruhan," kata Javier Gonzalez dari Departemen Kesehatan di University of Bath, dilansir Science Daily, Rabu (20/11/2019).

Dia menuturkan bahwa laki-laki yang berolahraga sebelum sarapan membakar dua kali lipat jumlah lemak lebih banyak daripada kelompok yang berolahraga setelah makan. Hal itu tidak memiliki efek pada penurunan berat badan, melainkan secara dramatis meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

"Kelompok yang berolahraga sebelum sarapan meningkatkan kemampuan mereka untuk merespons insulin yang lebih luar biasa, mengingat bahwa kedua kelompok kehilangan jumlah berat yang sama dan keduanya mendapatkan jumlah kebugaran yang sama. Satu-satunya perbedaan adalah waktu mengkonsumsi asupan," ujarnya.

Selama percobaan enam minggu, para ilmuwan menemukan bahwa otot-otot dari kelompok yang berolahraga sebelum sarapan lebih responsif terhadap insulin dibandingkan dengan kelompok yang berolahraga setelah sarapan. Hal itu terlepas dari sesi pelatihan yang identik dan asupan makanan yang cocok.

Mereka yang berolahraga sebelum sarapan juga menunjukkan peningkatan lebih besar pada protein-protein utama, khususnya yang terlibat dalam pengangkutan glukosa dari aliran darah ke otot-otot.

Untuk respons insulin terhadap pemberian makan setelah studi 6 minggu, secara mengejutkan, kelompok yang berolahraga setelah sarapan ternyata tidak lebih baik daripada kelompok kontrol.

Rekan penulis Gareth Wallis dari University of Birmingham menambahkan karya ini menunjukkan bahwa olahraga dengan didahului puasa di malam sebelumnya dapat meningkatkan manfaat kesehatan untuk individu, tanpa mengubah intensitas, durasi, atau persepsi usaha mereka.

"Kami sekarang perlu mengeksplorasi efek jangka panjang dari jenis latihan ini dan apakah wanita mendapat manfaat dengan cara yang sama seperti pria," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
olahraga

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top