Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bermain Ponsel Sambil Jalan Dapat Sebabkan Cedera Kepala dan leher

Penggunaan ponsel pintar atau smartphone saat ini telah menjadi bagian dari setiap aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Bahkan, tak jarang kita melihat orang sedang memainkan ponselnya sambil berjalan.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 11 Desember 2019  |  18:12 WIB
Ilustrasi - Bisnis/Dedi Gunawan
Ilustrasi - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Penggunaan ponsel pintar atau smartphone saat ini telah menjadi bagian dari setiap aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Bahkan, tak jarang kita melihat orang sedang memainkan ponselnya sambil berjalan.

Hal ini menarik perhatian para peneliti untuk mengkaji dampak kesehatan yang ditumbulkan dari aktivitas mengirimkan pesan teks atau pesan melalui media sosial sambil berjalan.

Roman Povolotskiy, peneliti dari Departemen Otolaringologi dan Bedan Leher di Rutgers New Jesrsey Medical School Newark, Amerika Serikat menganalisis data selama 20 tahun terakhir untuk memeriksa catatan kunjungan departemen darurat karena cedera kepala dan leher.

Dia bersama rekan peneliti lainnya secara khusus melihat kunjungan departemen darurat antara Januari 1998 hingga Desember 2017 untuk memeriksa kejadian, jenis, dan mekanisme cedera kepala dan leher yang terkait dengan penggunaan ponsel.

Selama proses penelitian, mereka menemukan bahwa ada 2.501 orang berusia 13-29 tahun yang datang ke unit gawat darurat dengan cedera kepala dan leher. Berdasarkan hasil ini, peneliti memperkirakan angka nasional cedera serupa berada pada kisaran 76.043 orang.

Sepertiga dari cedera terjadi di daerah kepala dan leher, sementara sepertiga lainnya adalah cedera wajah termasuk mata, daerah kelopak mata, dan hidung.

“Cedera terkait ponsel di kepala dan leher telah meningkat tajam selama periode 20 tahun terakhir dengan banyak kasus akibat gangguan,” kata penulis penelitian, seperti dikutip Medical News Today, Rabu (11/12/2019).

“Meskipun disposisi dari sebagian besar kasus itu bersifat sederhana, beberapa cedera lain memiliki risiki komplikasi jangka panjang,” imbuh penulis.

Para penulis berharap temuan mereka bisa berkontribusi pada strategi kesehatan masyarakat untuk pencegahan penggunaan ponsel, terutama bagi kalangan generasi muda yang aktif menggunakan perangkat tersebut.

Dalam konteks keilmuan, penelitian ini adalah studi pertama yang meneliti peran ponsel dan kaitannya dengan gangguan pada cedera kepala dan leher.

Untuk itu, mereka mengakui masih ada keterbatasan dalam studi yang dihasilkan dan mendorong penelitian lebih lanjut dengan basis data yang lebih rinci dan akurat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ponsel
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top