Prudential Luncurkan Program Perlindungan Asuransi Bagi Penderita Diabetes Melitus

  PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan Program Khusus perlindungan asura si kesehatan dan jiwa bagi penderita diabetes melitus tipe 2 kini.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 18 Desember 2019  |  10:04 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -  PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan Program Khusus perlindungan asura si kesehatan dan jiwa bagi penderita diabetes melitus tipe 2 kini.

dr. Dian Budiani, Chief Operations Officer Prudential Indonesia mengungkapkan, inisiatif terbaru ini sebagai perwujudan komitme dalam mengupayakan era perlindungan asuransi yang lebih inklusif.

Diabetes melitus dianggap sebagai penyakit yang kerap mengundang datangnya penyakit lain. Ragam komplikasi yang dibawa penyakit diabetes inilah yang membuat penderitanya seringkali memiliki keterbatasan dalam mendapatkan perlindungan jiwa dan kesehatan.

Menurutnya, Program Khusus Diabetes ini bertujuan untuk mengurangi jumlah penangguhan (postponed) dan penolakan (declined) pengajuan asuransi bagi nasabah yang memiliki risiko peningkatan gula darah, maupun sudah menderita diabetes melitus. Program ini juga menjadi langkah nyata perusahaan dalam memberikan manfaat perlindungan ke lebih banyak masyarakat Indonesia.

Program Khusus Diabetes ini ditawarkan melalui produk PRUlink Generasi Baru (PGB) dan PRUlink Syariah Generasi Baru (PSGB) dengan Asuransi Tambahan (Rider) Hospital and Surgical Cover Plus (HS Cover Plus) atau PRUPrime Heatlhcare Plus (PPH Plus).

Saat pengajuan Polis, calon nasabah tetap harus melalui tahapan seleksi risiko (underwriting), seperti melampirkan informasi berapa lama menderita diabetes melitus, Body Mass Index (BMI) dan gaya hidup calon nasabah, pemeriksaan medis terkini, komplikasi dan penyakit penyerta lain yang dimiliki calon nasabah terutama yang berkaitan dengan riwayat diabetes melitusnya. Berdasarkan informasi tersebut, akan ditentukan apakah pengajuan nasabah dapat diterima atau tidak.

“Kehadiran Program Khusus Diabetes ini sejalan dengan fokus We Do Health, di mana kami berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi proteksi kesehatan yang komprehensif dan dirancang khusus untuk nasabah dan masyarakat Indonesia, mendukung gaya hidup sehat mereka dan mendampingi mereka dalam tiap fase kehidupan” papar dr. Dian seperti dikutip dari siaran persnya.

Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) menunjukkan bahwa jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia meningkat dari 6,9 persen di 2013 menjadi 8,5 persen di 2018 . Jumlah penderita diabetes di dunia pun diprediksi akan terus meningkat. Berdasarkan angka yang dikeluarkan International Diabetes Federation diperkirakan akan terdapat 700 juta penderita diabetes di 2045, meningkat 51% dari jumlah penderita di 2019 .

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
diabetes

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top