Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Grammy Awards 2020, Dugaan Konflik Kepentingan Mengemuka

Mantan kepala eksekutif Recording Academy, Deborah Dugan, mengajukan aduan pada awal pekan ini tentang proses pencalonan Grammy Awards tahun ini yang dinodai konflik kepentingan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  14:59 WIB
CEO The Recording Academy Deborah Dugan mengumumkan nominasi untuk Grammy Awards 2020 pada konferensi pers di Manhattan, New York, AS 20 November 2019. Sumber: Reuters
CEO The Recording Academy Deborah Dugan mengumumkan nominasi untuk Grammy Awards 2020 pada konferensi pers di Manhattan, New York, AS 20 November 2019. Sumber: Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan kepala eksekutif Recording Academy, Deborah Dugan, mengajukan aduan pada awal pekan ini tentang proses pencalonan Grammy Awards tahun ini yang dinodai konflik kepentingan.

Dugan mengulangi tudingan itu dalam wawancara di dua acara televisi pagi pada Kamis, 23 Januari 2020, beberapa hari sebelum upacara Grammy Awards pada Minggu, 26 Januari 2020 di Los Angeles. The Recording Academy mengatakan acara siaran langsung televisi akan berjalan sesuai rencana.

Penyelenggara Grammy Awards membantah tuduhan bahwa nominasi untuk hadiah tertinggi di industri musik itu telah dicurangi. Dia menyebut klaim itu salah dan menyesatkan.

"Tuduhan palsu yang mengklaim anggota atau komite menggunakan proses kami untuk mendorong nominasi untuk artis yang memiliki hubungan dengan mereka adalah palsu, menyesatkan dan salah," katanya dalam sebuah pernyataan, dilansir Reuters, Jumat (24/1/2020).

Freimuth mengatakan tujuan dari The Recording Academy adalah untuk memastikan proses Grammy Awards dipimpin dengan cara yang adil dan etis. Anggota pemungutan suara membuat pilihan hanya berdasarkan pada keunggulan artistik dan kemampuan teknis dari rekaman yang memenuhi syarat.

Sebelum mengemukakan tudingan itu, Dugan telah lebih dulu dijatuhi cuti administratif pada 17 Januari 2020, lima bulan setelah dia mengambil alih sebagai kepala eksekutif dan presiden perempuan pertama The Recording Academy.

Akademi mengatakan bahwa langkah itu sebagai tindak lanjut atas dugaan pelanggaran yang dilakukan terhadap Dugan oleh anggota staf senior tetapi tidak memberikan rincian.

Dugan menanggapi dengan mengajukan protes tentang diskriminasi gender ke Equal Employment Opportunity. Dalam keluhan itu, dia menggambarkan apa yang disebutnya "mentalitas klub anak laki-laki" di The Recording Academy.

Dugan juga mengklaim bahwa beberapa anggota yang terlibat dalam proses nominasi Grammy berpihak pada seniman yang mereka kenal. Selain itu, dalam beberapa kasus, musisi yang dipertimbangkan untuk pencalonan komite juga dipilih dari kelompok tersebut.

Dugan mengambil alih jabatan kepala The Recording Academy dari Neil Portnow, yang pada 2018 memancing kemarahan dengan mengatakan kepada wartawan bahwa artis dan produser wanita perlu berbuat lebih jika mereka ingin mendapat pengakuan di industri musik.

The Recording Academy pada Desember 2019 lalu mengatakan akan menggandakan jumlah pemilih wanita pada 2025 dengan menambahkan 2.500 lebih banyak perempuan.

Sementara itu, nominasi Grammy tahun ini didominasi oleh wanita, termasuk pendatang baru Lizzo dan Billie Eilish. Mereka berdua akan tampil di panggung Grammy pada 26 Januari bersama dengan orang-orang seperti Ariana Grande, Camila Cabello, Gwen Stefani dan rapper Lil Nas X.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entertainment grammy awards
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top