Virus Flu Burung H5N1 di China Bisa Menular ke Manusia

Provinsi Hunan terletak bersebelahan dengan Provinsi Hubei tempat wabah novel coronavirus atau virus corona merebak dan telah mewaskan lebih dari 300 orang. Sumber wabah itu diperkirakan adalah sebuah peternakan di Shaoyong.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  09:05 WIB
Virus Flu Burung H5N1 di China Bisa Menular ke Manusia
Petugas mengenakan pakaian pelindung untuk mencegah terinfeksi virus flu burung H5N1 - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas China melaporkan penemuan kasus virus flu burung (H5N1) di Provinsi Hunan dan terpaksa memusnahkan sedikitnya 18.000 ekor ayam karenanya. 

Provinsi Hunan terletak bersebelahan dengan Provinsi Hubei tempat wabah novel coronavirus atau virus corona merebak dan telah mewaskan lebih dari 300 orang.  Sumber wabah itu diperkirakan adalah sebuah peternakan di Shaoyong. 

Dikutip dari www.who.int, Selasa (3/2/2020), H5N1 adalah jenis virus influenza yang menyebabkan penyakit pernapasan parah yang sangat menular pada burung.  Flu burung sangat patogen dan dapat menular ke manusia, meskipun penularan antara orang ke orang jarang terjadi.

Hampir semua kasus infeksi H5N1 pada manusia dikaitkan dengan kontak dekat dengan unggas hidup atau mati yang terinfeksi, atau lingkungan yang terkontaminasi H5N1.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan virus tidak mudah menginfeksi manusia dan penyebarannya dari orang ke orang jarang terjadi. Tidak ada bukti bahwa penyakit ini dapat menular ke manusia melalui makanan yang dimasak dengan benar dan matang.

Menurut WHO, meskipun sulit untuk menularkan infeksi dari orang ke orang, ketika orang terinfeksi dapat menyebabkan penyakit parah dan angka kematiannya cukup tinggi, yakni sekitar 60 persen.

Virus ini pertama kali terdeteksi pada angsa di China tahun 1996 dan pada manusia pada tahun 1997 selama wabah merebak di Hong Kong.  Sejak itu virus terdeteksi pada unggas peternakan dan burung liar di lebih dari 50 negara di Afrika, Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

Data WHO menunjukkan, sejak 2003 telah ditemukan kasus flu burung H5N1 pada manusia sebanyak 861 kasus dengan angka kematian mencapai 455 orang di seluruh dunia.

Adapun vaksin kandidat untuk mencegah infeksi H5N1 telah dikembangkan, tetapi belum siap untuk digunakan secara luas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, flu burung, virus corona

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top