Ini Langkah Asosiasi Penyelenggara Pernikahan Tangkal WO Abal-Abal

Harga akan menentukan kualitas. Pemilihan wedding organizer tidak boleh asal asal murah, sebab harga murah tersebut bisa membuat momen sakral Anda menjadi berantakan.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  21:22 WIB
Ini Langkah Asosiasi Penyelenggara Pernikahan Tangkal WO Abal-Abal
Ilustrari pernikahan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Praktik wedding organizer (WO) abal-abal telah merugikan masyarakat, penyedia jasa catering, dokumentasi, rias, hingga dekorasi. Aksi ini telah membuat asosiasi gerah.

Ketua DPD Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) DKI Jakarta Siti Djumiadini mengatakan, paktik WO abal-abal suka tidak suka akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap para pengusaha di bidang jasa pernikahan.

Untuk itulah, enam organisasi penyelenggara pernikahan sepakat membentuk wadah Gabungan Perhimpunan Penyelenggara Pernikahan Indonesia (GP3I) yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari praktik WO abal-abal.

Adapun ke-6 organisasi penyelenggara pernikahan yang bergabung dalam wadah GP3I tersebut adalah Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia (HASTANA Indonesia), Asosiasi Perlengkapan Gaun Indonesia (APPGINDO), Asosiasi Pengusaha Dekorasi Indonesia (ASPEDI), Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI MELATI) dan Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI).

"Dengan dibentuknya gabungan ini, kami berharap ke depan pelayanan jasa pernikahan kepada konsumen semakin baik," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Kamis (13/2/2020).

Menurutnya, WO itu tidak sekedar menyelenggarakan pesta pernikahan, tetapi harus melibatkan industri lainnya sepeti catering atau tata boganya, jasa dokumentasi, jasa rias, hingga jasa dekorasi.

"Kalau tidak ada jaringan kerjasama, Mana bisa WO dapat menyelenggarakan pesta dengan baik,” tambahnya.

Dini juga mengingatkan masyarakat atau calon pengantin agar hati-hati dan selektif dalam memilih jasa WO. Sebab salah memilih dapat membuat momen penting pernikahan menjadi berantakan. “Jangan asal murah, karena kalau murah tidak punya kualitas, momen yang harusnya sakral bisa berubah menjadi berantakan,” katanya.

Dini mengakui potensi ekonomi industry WO memang sangat menggiurkan. Karena itu banyak masyarakat yang ingin terjun menekuninya, termasuk mereka yang tidak memiliki pengalaman di bidang wedding organizer serta tidak memiliki jaringan penyedia jasa yang ada dalam paket WO.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pernikahan

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top