Tips Hitung Anggaran Pernikahan Agar Sesuai Bujet

Pernikahan, adalah salah satu acara yang pasti membutuhkan banyak untuk penyelenggaraannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Februari 2020  |  10:07 WIB
Tips Hitung Anggaran Pernikahan Agar Sesuai Bujet
Ilustrasi - Wisegeek

Bisnis.com, JAKARTA - Pernikahan, adalah salah satu acara yang pasti membutuhkan banyak untuk penyelenggaraannya.

Apalagi, nyari semua pasangan menginginkan acara pernikahannya digelar dengan pesta atau resepsi dengan jumlah tamu, pemilihan lokasi, pilihan jenis hidangan dan tipe pesta tertentu.

Tak jarang, biaya membengkak dari dana yang tersedia. Ujung-ujungnya banyak yang ambil jalan pintas dengan meminjam.

Padahal, ngutang untuk biaya pesta bisa ditangani dengan solusi lain. Bagaimana caranya?

Senior Manager Business Development Sequis Life, Yan Ardhianto Handoyo mengungkapkan, jika belum yakin dengan bujet yang sedang siapkan maka rincian anggaran biaya pernikahan yang rasional bisa digunakan sebagai panduan membuat bujet.

Rinciannya yaitu, 40 persen biaya konsumsi (Food and Beverage), 20 persen biaya dekorasi, 5 persen untuk biaya akad nikah atau pemberkatan pernikahan.

Kemudian, masing-masing 8 persen untuk biaya pakaian, venue, dan dokumentasi, masing-masing 3 persen untuk biaya souvenir dan undangan serta 5 persen untuk biaya lainnya.

Yan juga menyarankan agar menyisihkan kurang lebih 10 persen dari total bujet untuk biaya tak terduga karena kebanyakan pesta pernikahan membutuhkan tambahan bujet sebesar 10-15 persen.

Dia mencontohkan, untuk keperluan resepsi, bujet untuk keperluan catering konsumsi sebesar 40 persen dari dana pesta untuk keperluan makanan pondokan atau gubukan, sebagian lagi untuk kue pengantin, atau snacks (kue-kue ringan) sehingga untuk pesta dengan konsep buffet, presentasenya bisa jadi akan lebih besar.

Bagaimana jika sudah melakukan perencanaan anggaran dan angkanya terlihat sangat besar dan membuat kita menjadi tidak yakin?

Yan menyarakan agar meninjau lagi anggaran pernikahan, yaitu memilih anggaran mana yang bisa dikurangi dan mana yang bisa dihilangkan.

Dia mencontohkan, bila kompensasi biaya videografi lebih besar dari perkiraan maka calon pengantin bisa meniadakan photo booth dan hanya menyediakan pojok foto dengan dekorasi sederhana tetapi tetap menarik bagi tamu untuk berfoto.

Dalam menyiasati bujet, calon pengantin juga bisa melakukan survei dahulu untuk harga perlengkapan pernikahan termasuk survey dimana barang tersebut dijual lebih murah jika dibeli dalam jumlah banyak sehingga kita dapat memperkirakan jumlah bujetnya.

Beberapa vendor biasanya dapat diikat harganya dengan Down Payment (DP) sekitar satu tahun menjelang hari H pernikahan dan sisa pembayarannya bisa dicicil kemudian di sepanjang tahun tersebut. Hal ini, menurut Yan bisa meringankan calon pengantin untuk mengalokasikan mana bujet yang prioritas dan mana yang bisa ditunda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pernikahan

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top