Informasi Hoaks Tentang Jahe Merah dan Virus Corona

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan bahwa jahe merah tidak mampu membunuh virus corona.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  16:50 WIB
Informasi Hoaks Tentang Jahe Merah dan Virus Corona
Pedagang menata jahe merah yang dijual di Pasar Rumput, Jakarta, Rabu n(4/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Merebaknya virus corona (Covid-19) membuat masyarakat Indonesia panik dan melirik tanaman jahe merah. Masyarakat meyakini bahwa jahe merah ampuh menangkal virus corona yang tengah merebak.

Namun, apa jadinya bila informasi yang diyakini dan dicerna oleh masyarakat adalah hoaks. Di tengah merebaknya penyebaran virus corona, beredar informasi kurang tepat terkait khasiat jahe merah yang disebut dapat menyembuhkan penderitanya. Sampai saat ini belum ada bukti yang melaporkan penggunaan jahe merah sebagai antivirus, khususnya virus Corona SARS-CoV-2.

Masteria Yunovilsa Putra, Kepala Kelompok Penelitian Center for Drug Discovery and Development, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, menegaskan bahwa jahe merah berfungsi untuk membantu meringankan gejala yang ditimbulkan, bukan untuk menyembuhkan atau untuk membunuh virus tersebut.

"Jahe merah berfungsi untuk membantu meringankan gejala yang ditimbulkan, bukan untuk menyembuhkan atau untuk membunuh virus tersebut," tulis Masteria dalam akun instagram LIPI, Selasa (17/3/2020).

Jahe merah memiliki aktivitas sebagai imunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia. Efek inilah yang bermanfaat dalam pencegahan dan membantu dalam pemulihan dari virus corona.

Selain itu, jahe merah juga memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan. Secara umum, virus Corona memiliki gejala peradangan berlebih pada paru-paru. Aktivitas antiinflamasi yang dimiliki oleh jahe merah dapat meredakan gejala tersebut.

Adapun jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan salah satu jenis unggul tanaman rimpang jahe yang ada di Indonesia.

Jenis ini merupakan varietas unggul karena memiliki kandungan senyawa aktif yang lebih tinggi dibandingkan varietas jahe lainnya. Sehingga jahe merah banyak digunakan sebagai bahan baku obat-obatan tradisional.

Selain itu, jahe merah juga memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan. Secara umum, virus corona memiliki gejala peradangan berlebih pada paru-paru. Aktivitas antiinflamasi yang dimiliki oleh jahe merah dapat meredakan gejala tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lipi, Virus Corona, jahe

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top