Tim Medis: Kami Kecewa dengan Sikap Menkes Terawan

Untuk menangani pandemi global, virus corona (Covid-19), dibutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari artis, youtuber, pemerintah dan tenaga medis. Tidak bisa hanya tim medis saja.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  13:45 WIB
Tim Medis: Kami Kecewa dengan Sikap Menkes Terawan
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto usai mengikuti rapat koordinasi Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di Gedung Grand Kebon Sirih Jakarta, Selasa (11/2/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Tim medis kecewa pada cara komunikasi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang tak optimal dalam menangani pandemi Covid-19 melalui surat terbuka.

Surat Terbuka tersebut ditulis oleh drg. Agustina Fortunata Karim, Sp. Perio. Dia mengajukan surat terbuka hanya kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate dan Mantan Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, Sp.M.

"Dalam surat ini alasan kenapa saya tidak mengalamatkan kepada Menkes Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) karena terus terang saya kecewa dengan tanggapan beliau mengenai tim medis yang berjuang di lini terdepan, bahwa 'dilibatkan saja mereka sudah bangga'," ujar Agustina dikutip dalam suratnya, Kamis (19/3/2020).

Dia menilai, perlu diingat bahwa tim medis juga memiliki sisi keterbatasan sebagai manusia, di samping sisi kemanusiaan dan etika profesi yang selalu melekat dan dijunjung tinggi sebagai dokter atau tenaga kesehatan.

"Melihat artikel tersebut, saya meragukan rasa kesetiakawanan beliau sebagai saudara atau teman sejawat," tulisnya.

Agustina menyebut, mengingat mudahnya penyebaran virus Covid-19 ini dengan dampak tidak terduga yang disebabkan, alangkah baiknya jika segenap elemen masyarakat meningkatkan penyebaran informasi yang benar dan tepat sasaran agar dampak negatifnya dapat diminimalisasi bersama dengan memanfaatkan kreativitas dan kecerdasan teman-teman millenials di seluruh penjuru negeri.

"Bapak dan Ibu budiman yang saya hormati, kita sadari bersama bahwa perubahan zaman dan tingkah laku masyarakat saat ini sangat bergantung dan dipengaruhi oleh media komunikasi."

"Hampir setiap orang mendapatkan informasi dari sarana-prasarana telekomunikasi setiap saat, salah satunya internet. Sayangnya, edukasi mengenai Covid-19 belum optimal menjangkau seluruh lapisan masyarakat," tulisnya.

"Realita padatnya area wisata saat masyarakat diminta melakukan social distancing, serta munculnya video-video testimoni yang menunjukkan rendahnya pengetahuan masyarakat (berakibat pada careless), menunjukkan masih banyak warga +62 yang belum paham betul apa itu pandemi Covid-19, efek yang ditimbulkan, cara pencegahan, serta penanganannya. Hal ini disebabkan banyaknya berita simpang siur, hoax sana sini, yang selain menyesatkan juga membuat masyarakat kurang awas mengenai bahaya penyakit ini, bahkan cenderung menyepelekan."

"Maka di zaman milenial yang serba 'netizen' ini, izinkan saya menyarankan beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai langkah strategis mengedukasi warga Indonesia tercinta mengenai pencegahan dan penanganan Covid-19:

1. Kompetisi influencer/youtuber/vlogger untuk membuat iklan, media sosialisasi/edukasi yang benar dan menarik mengenai Covid-19

2. Menghimbau produser realita show/TV show untuk memasukkan konten edukasi terkait Covid-19 dalam acaranya

3. Membuat iklan di berbagai media (TV, radio, broadcast, dsb) berisi edukasi-sosialisasi Covid-19

Dibutuhkan kerja sama interdisiplin, bahkan multidisiplin, untuk mengatasi virus ini bersama-sama. Tidak bisa hanya tim medis saja (khususnya yang berada di garis terdepan) yang berjuang bertaruh nyawa setiap detik menghadapinya.

Saya pribadi selaku istri dari seorang PPDS Anestesi yang bertugas di salah satu RS rujukan nasional merasa was-was setiap suami saya berangkat dan pulang dinas. Bukan semata karena takut tertular, tapi juga kuatir suami saya maupun rekan-rekan sejawatnya yang kelelahan terkena dampak penyebaran virus ini memancing berbagai penyakit lainnya.

Atas perhatian dan tindak lanjut konkret Bapak/Ibu, saya dan teman-teman sejawat mengucapkan terima kasih."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
corona, Virus Corona, dokter terawan

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top