Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berjemur Sinar Matahari Bisa Cegah Covid-19? Ini Jawaban WHO

WHO menyatakan virus SARS-CoV 2 penyebab Covid-19 tetap bisa menginfeksi manusia meskipun berada di negara dengan suhu yang panas sekalipun.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 April 2020  |  19:12 WIB
Lambang WHO di pintu utama kantor pusatnya di Jenewa, Swiss - Bloomberg/Stefan Wermuth
Lambang WHO di pintu utama kantor pusatnya di Jenewa, Swiss - Bloomberg/Stefan Wermuth

Bisnis.com, JAKARTA - Berjemur sinar matahari dengan temperatur lebih dari 25 derajat Celcius ternyata tidak bisa mencegah infeksi virus Corona atau Covid-19. Informasi tersebut disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi WHO di Jakarta, Senin (6/4/2020) bahwa virus SARS-CoV 2 penyebab Covid-19 tetap bisa menginfeksi manusia meskipun berada di negara dengan suhu yang panas sekalipun.

WHO mencatat kasus infeksi Covid-19 tetap terjadi di negara-negara beriklim panas seperti Arab Saudi dan negara di timur tengah lainnya.

WHO menyarankan masyarakat sebaiknya melindungi diri dari Covid-19 dengan cara rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Selain itu setiap orang juga diimbau untuk tidak menyentuh mata, mulut dan hidung terlebih saat tangan kotor.

Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia Daeng M Faqih juga mengatakan berjemur di bawah sinar matahari tidak dikatakan sebagai pencegahan Covid-19.

Namun Daeng mengakui bahwa berjemur sinar matahari selama 10 hingga 15 menit bagus untuk kesehatan yaitu untuk mendapatkan vitamin D.

"Berjemur memang bagus untuk meningkatkan imunitas tubuh, tapi tidak bisa dikatakan sebagai pencegahan Covid-19," kata Daeng.

Namun, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati sebelumnya mengatakan dari kajian sejumlah ahli menyebut terdapat pengaruh cuaca dan iklim terhadap tumbuh kembang virus SARS-CoV 2 penyebab Covid-19.

BMKG mengkaji variabel tumbuh kembang virus corona dengan cuaca dan iklim bersama 11 doktor meteorologi, klimatologi, matematik beserta ilmuwan kedokteran, mikrobiologi, kesehatan dan pakar lainnya.

Kendati demikian, dia menyebut bahwa pergerakan atau mobilitas penduduk lebih berpengaruh ketimbang faktor iklim dalam penyebaran virus.

Dwikorita pun menyampaikan masyarakat harusnya bisa manfaatkan keuntungan iklim tropis ini untuk memperkuat imunitas di bawah matahari pada jam yang tepat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Virus Corona covid-19

Sumber : Antara

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top