Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cek Fakta : Berjemur di Bawah Sinar Matahari Cegah Penularan Virus Corona

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa mikroorganisme bisa mati dalam suhu yang panas. Namun, bagaimana dengan virus SARS-COV2 penyebab COVID-19 dan efektifkah suhu panas dari matahari semata?
JIBI
JIBI - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  08:53 WIB
Ilustrasi berjemur di bawah matahari - istimewa
Ilustrasi berjemur di bawah matahari - istimewa

Bisnis.com , JAKARTA - Di tengah merebaknya wabah virus corona, salah satu kebiasaan baru ynag diterapkan masyarakat yakni menjemur diri di bawah matahari pada pagi hari.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa mikroorganisme bisa mati dalam suhu yang panas. Namun, bagaimana dengan virus SARS-COV2 penyebab COVID-19 dan efektifkah suhu panas dari matahari semata?

Dokter spesialis neurologi anak Arifianto menjawabnya lewat Instagram pribadi @dokterapin. Dalam unggahan foto tentang berbagai artikel berita virus corona dan sinar matahari, ia pun menegaskan sampai saat ini belum ada bukti bahwa berjemur di bawah sinar matahari dapat membunuh virus corona. Sebaliknya, ada dampak yang bisa diterima jika seseorang berada di bawah terik matahari. 

“Sinar UV yang memancar dari matahari belum terbukti efektif membunuh virus corona, bahkan memiliki efek samping berbahaya, membakar kulit,” katanya pada Minggu, 29 Maret 2020.

Dalam memaparkan penjelasannya, pria yang akrab disapa Apin itu membeberkan tiga jenis sinar UV. Kita umumnya mengenal UVA, UVB, dan UVC. Sebenarnya, yang mampu membunuh virus dan bakteri adalah jenis UVC. Meski begitu, Apin mengatakan bahwa UVC sudah terhalang di lapisan ozon.

“Tentu ada tujuannya. Sinar UVC memang berbahaya bagi kulit. Bahkan, sangat berbahaya apabila terpapar kulit manusia dalam waktu singkat sekali pun,” ujarnya.

Sedangkan untuk UVA dan UVB di pagi hari, Apin menjelaskan memang ini bisa memberikan manfaat berupa kandungan vitamin D alami. Namun, memaparkan kedua sinar secara sengaja bisa menyebabkan kulit terbakar.

“Apalagi pada kulit bayi dan batita yang masih tipis, serta risiko kanker kulit di kemudian hari,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

matahari Virus Corona

Sumber : Tempo.co

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top