Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Suntik BCG Mampu Perkecil Tingkat Kematian Akibat Covid-19?

Vaksin Bacillus Calmette-Guérin diciptakan seabad yang lalu dan memberi kekebalan terhadap TBC (infeksi bakteri), tetapi diketahui memiliki manfaat lain.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 April 2020  |  01:01 WIB
Ilustrasi-Vaksin - Reuters
Ilustrasi-Vaksin - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa negara-negara yang memiliki program suntikan vaksinasi Bacillus Calmette-Guérin memiliki tingkat kematian akibat virus Covid-19 hampir enam kali lebih rendah daripada negara-negara yang tidak menggunakannya.

Vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG) diciptakan 1 abad yang lalu dan memberi kekebalan terhadap TBC (infeksi bakteri), tetapi diketahui memiliki manfaat lain, sebagaimana dilaporkan Daily Mail, Selasa, 7 April 2020.

Percobaan sebelumnya menemukan orang yang menerima suntikan itu, yang harganya sekitar 30 pound sterling (Rp593.000), telah meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mampu melindungi diri dari infeksi.

Misalnya, dalam uji coba di antara penduduk asli Amerika, vaksinasi BCG pada masa kanak-kanak dapat menawarkan perlindungan terhadap TBC hingga 60 tahun setelah vaksinasi.

Cara tepat vaksin tahan lama ini membantu menangkal infeksi lain relatif tidak diketahui, tetapi mungkin dengan meningkatkan mekanisme bawaan sistem kekebalan tubuh.

Efek ini mencakup peningkatan perlindungan terhadap penyakit pernapasan, dan telah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Di Inggris, semua anak sekolah berusia antara 10 tahun dan 14 tahun disuntik dengan vaksin antara tahun 1953 dan 2005.

Ketika tingkat infeksi TBC menurun, dokter meninggalkan vaksinasi massal dan pada 2005, beralih ke penargetan hanya yang paling berisiko—seperti bayi dengan kerabat yang terinfeksi.

Para peneliti berharap hal itu akan meningkatkan sistem kekebalan sehingga berada dalam kondisi kesiapan yang tinggi dan mampu mendeteksi dan menghancurkan virus sebelum menimbulkan kerusakan pada tubuh.

Ahli Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health mengumpulkan data yang tersedia untuk analisis. Para peneliti membuat perkiraan tingkat fatalitas kasus dari 50 negara teratas yang melaporkan peristiwa tertinggi.

Untuk membuat data lebih dapat dibandingkan dan menyiasati kurva waktu epidemi yang berbeda yang dialami oleh masing-masing negara, mereka menghitung hari-hari dari kasus positif Covid-19 ke-100.

Kasus-kasus dan kematian itu kemudian dibandingkan dengan program vaksinasi BCG di tiap-tiap negara. Tingkat kematian rata-rata juga ditemukan sangat bervariasi sesuai dengan klasifikasi ekonomi suatu negara.

Para peneliti dari AS menulis dalam makalah mereka, “Setelah menyesuaikan dengan status ekonomi negara, proporsi populasi yang lebih tua dan menyelaraskan lintasan epidemi dari negara-negara yang paling terpukul, pengamatan yang menarik tentang hubungan yang signifikan antara penggunaan BCG dan penurunan Covid-19 yang disebabkan oleh kematian tetap terlihat.”

Temuan ini dipublikasikan secara daring di situs arsip medRxiv dan tidak dalam jurnal karena penelitian belum ditinjau oleh sejawat—proses ketika akademisi lain meneliti penelitian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19

Sumber : Tempo.co

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top