Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

11 Etika Percakapan Grup Online Saat Pandemi Virus Corona

Menurutnya, di era pandemi seperti ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak memperkeruh suasana dan menjadikan ruang percakapan grup lebih nyaman dan tidak menimbulkan konflik
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 11 April 2020  |  13:37 WIB
Aplikasi WhatsApp - whatsapp.com
Aplikasi WhatsApp - whatsapp.com

Bisnis.com, JAKARTA - Hariqo, Pengamat media sosial dari Komunikonten menberikan tips etika dalam menjalin percakapan via grup di whatsapp ataupun telegram.

Menurutnya, di era pandemi seperti ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak memperkeruh suasana dan menjadikan ruang percakapan grup lebih nyaman dan tidak menimbulkan konflik.

Berikut 11 saran yang diberikannya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Bisnis :

1. EmpatiKita tidak tahu apakah di grup chat ada ODP, positif atau mereka yang keluarganya wafat karena corona. Sebaiknya kurangi bercanda, periksa obrolan sebelum mengirim pesan.

2. Jangan salah memberi informasi. Ingat, meninggalnya 300 warga Iran, 30 warga Turki, 5 warga Amerika dan Nigeria, 5 warga Bekasi akibat salah informasi tentang obat corona. Jangan menyebar konten yang tidak jelas pembuatnya dan sumbernya.

3. Tidak mencetak layar percakapan (screenshot). Pelajari pasal 26 ayat 1 UU ITE No 19/2016.

4. Hati-hati dengan nomor asing, yang tidak mencantumkan nama, tanpa foto profil. Segera tanya, telpon. Jika tidak ada respon, keluarkan dari grup.

5. Tidak menyebar foto, video dan konten lainnya dalam jumlah banyak, kecuali permintaan anggota. Tidak mengirim banyak tautan berita yang isinya sama.

6. Hindari penggunaan emoticon, emoji dalam hal kematian, kecelakaan, bencana alam atau kabar duka lainnya, baik bagi pengirim pesan maupun yang merespon.

7. Tidak melecehkan, menghina SARA, membuat fitnah. Tidak menggunakan panggilan  kampret, kadrun, cebong, dll. Kita bisa dijajah 350 thn oleh “corona” kalau tidak bersatu.

8. Informasi yang benar, jujur, akurat akan mencegah kita meremehkan corona. Langsung ingatkan siapapun penyebar hoaks sebelum menyebar jauh.

9. Sampaikan jika ada informasi penting terkait corona dari situs resmi dan media kredibel, atau kirim langsung ke beberapa anggota grup.

10. Tidak semua pesan mengenai corona akurat, cek di mesin pencari dan media sosial, tanya 3 – 4 orang orang atau hubungi pemeriksa fakta di no WA: +62 859-2160-0500 (Mafindo)

11. Semua bidang ada ahlinya, utamakan menyebar pendapat dari Ahli Kesehatan Masyarakat, Ahli Epidemiologi, IDI, para Dokter, Psikiater, Perawat, Psikolog, media-media yang kredibel serta situs-situs resmi tentang corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

whatsapp telegram
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top