Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hewan Peliharaan Jadi Tempat Tinggal yang Nyaman Bagi Virus

Bulu-bulu hewan peliharaaan ternyata menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi virus.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 April 2020  |  09:13 WIB
Ilustrasi - Livejournal
Ilustrasi - Livejournal

Bisnis.com, JAKARTA - Kedekatan hubungan manusia dengan hewan menjadi salah satu mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) di manusia.

Konsep human-animal-environment interface menjadi dasar yang melatarbelakangi mitigasi terhadap wabah penyakit infeksi, terutama yang bersifat zoonosis seperti Covid-19. Hal ini penting setelah temuan hewan domestik atau peliharaan di rumah pun memiliki kemampuan untuk menjadi 'tempat tinggal' nyaman virus tersebut.

“Kedekatan hubungan antara manusia dengan hewan peliharaan dalam sebuah ekosistem menjadi kunci dari mata rantai penularan, pemutusan rantai, sampai muncul kembali (relapse),” kata Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Airlangga Surabaya, Chaerul Anwar Nidom.

Dalam literasi yang dibagikannya, Jumat 10 April 2020, Nidom menekankan fase relapse menjadi bagian yang tak kalah penting untuk diwaspadai.

"Beberapa hewan liar dan domestik telah terbukti menjadi sumber utama penularan dan reservoir infeksi pada beberapa kasus wabah zoonosis," katanya.

Dia menerangkan, di dalam tubuh hewan, virus akan bersembunyi, berdamai dengan sistem imun host untuk mencapai suatu fase homeostasis, atau bahkan membangun kekuatan baru untuk kemudian siap dilepas ke lingkungan menjadi virus baru yang lebih ganas. "Sebagaimana teori Paradoks Peto pada proses kejadian kanker," katanya.

Itu sebabnya dia meminta kepada pemerintah lebih peduli dengan memeriksa rutin kesehatan kucing, anjing, dan hewan peliharaan, memastikan mereka tidak membawa virus corona Covid-19. Menurutnya, itu penting untuk mitigasi wabah dan pemutusan penyebaran Covid-19 dalam ruang lingkup yang lebih kecil.

"Perlu lebih waspada," kata dokter hewan lulusan IPB itu sambil menambahkan, "Surveilans aktif terhadap kucing dan anjing peliharaan atau jalanan dan hewan lainnya terhadap virus Covid-19.”

Sebelumnya, tersiar berita tentang harimau bernama ‘Nadia’ di The Bronx Zoo New York, Amerika Serikat, bersama beberapa kucing lain terinfeksi virus corona Covid-19. Mereka diperkirakan tertular dari penjaga kebun binatang yang positif terinfeksi, tapi tanpa gejala klinis (asimptomatik).

Berita itu mengingatkan Nidom kepada data surveilans virus Covid-19 oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE). Selain juga penelitian dari Harbin Veterinary Research Institute (HVRI) di Cina yang menguji penularan Covid-19 terhadap hewan domestik, kesayangan dan ternak yaitu kucing, anjing, ferret, babi, ayam dan itik.

Tim peneliti dari Harbin mendapati kucing dan ferret adalah dua hewan domestik atau peliharaan yang peka terhadap infeksi virus corona Covid-19. "Jadi virus Covid-19 pada anjing memiliki replikasi yang lebih rendah dibanding pada kucing," kata pendiri Profesor Nidom Foundation (PNF) itu mengungkapkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus hewan Virus Corona

Sumber : Tempo.co

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top