Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Melawan Virus Corona Saat Karantina Mandiri

Saat pemerintah melakukan pembatasan sosial berskala besar, maka masyarakat juga harus taat dan mengubah pola perilaku kesehatan.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 13 April 2020  |  14:04 WIB
Warga memasang spanduk pada portal karantina wilayah di Bendosari, Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2020). Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengimbau untuk mengaktifkan pos penjagaan gerbang desa sebagai langkah pencegahan penyebaran virus COVID-19 dengan cara mengawasi dan mendata mobilitas warga terlebih saat ini masyarakat yang mulai mudik ke kampung halaman. ANTARA FOTO - Aloysius Jarot Nugroho
Warga memasang spanduk pada portal karantina wilayah di Bendosari, Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2020). Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengimbau untuk mengaktifkan pos penjagaan gerbang desa sebagai langkah pencegahan penyebaran virus COVID-19 dengan cara mengawasi dan mendata mobilitas warga terlebih saat ini masyarakat yang mulai mudik ke kampung halaman. ANTARA FOTO - Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Masa peperangan melawan virus Corona baru (COVID-19) mungkin akan bersifat jangka panjang, dan lockdown daerah saja tidak akan efektif, bila tak dikombinasikan dengan langkah-langkah kesehatan masyarakat lainnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Soumya Swaminathan, Kepala Ilmuwan di Organisasi Kesehatan Dunia. Dia mengungkapkan bahwa pada masa-masa ini, setiap orang harus mengubah perilaku kesehatannya.

“Harus diingat, bahwa kita akan menghadapi infeksi ini untuk waktu yang lama, dan perlu memikirkan strategi yang berkelanjutan, saat kita akhirnya keluar dari lockdown. Orang perlu mengubah perilaku, terus mengikuti social distancing, mengisolasi jika sakit, meningkatkan kebersihan pribadi," ujarnya dikutip dari www.thehindu.com, Senin (13/4/2020).

WHO juga menyatakan dengan sangat jelas bahwa social distancing, yang salah satu bentuk ekstremnya adalah lockdown, benar-benar membantu mengurangi interaksi orang-orang dengan satu sama lain dan menurunkan transmisi virus dalam populasi.

Belajar dai China yang telah melakukan lockdown daerah, tetapi transmisi dalam rumah tangga masih berlangsung. Jadi pemerintah China kemudian mengambil langkah tambahan yang pada dasarnya menguji semua orang dengan gejala, dan membawa mereka yang positif ke fasilitas terpisah.

Jika Anda hidup dalam lingkungan yang ramai, kemungkinan besar Anda lebih mungkin untuk menularkan kepada orang lain.

Intervensi kesehatan masyarakat lainnya yang terbukti efektif seperti mencuci tangan, mendisinfeksi permukaan, menutupi wajah dan mulut ketika batuk, dan penggunaan masker perlu diimplementasikan bersama-sama, agar efektif.

Dia menambahkan apa yang tidak diamati sejauh ini adalah mutasi pada salah satu virus, seperti lonjakan protein atau dalam enzim RNA polimerase atau protease, yang relevan untuk penargetan obat dan vaksin.

“Jadi kami percaya strategi apa pun yang sekarang digunakan untuk mengembangkan terapi atau vaksin tidak terancam oleh perubahan apa pun yang kami amati dalam virus. Dengan kata lain, ada mutasi kecil yang terjadi ketika virus berevolusi,” tuturnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who tips sehat covid-19
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top