Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Puasa di Tengah Pandemi Bagi Penderita Diabetes

Setiap puasa, makanan dan minuman manis merupakan menu-menu buka puasa setelah seharian berpuasa.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 22 April 2020  |  16:02 WIB
Ilustrasi Diabetes Melitus - Istimewa
Ilustrasi Diabetes Melitus - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Berbeda dengan tahun lalu, Ramadan kali ini masyarakat harus ekstra hati-hati karena virus Corona baru atau Covid-19 masih mengintai.

Setiap Ramadan, makanan dan minuman manis merupakan menu-menu buka puasa setelah seharian berpuasa.

Makanan atau minuman-minuman manis setelah seharian berpuasa memang dianjurkan. Namun, konsumsi gula yang berlebihan - apalagi dalam kemasan - sangat tidak baik bagi tubuh - terlebih di masa pandemi Covid-19.

Endang Sri Wahyuningsih, Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa dan NAPZA, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, mengungkapkan prevalensi penyandang Diabetes Melitus di DKI Jakarta sebesar 3,4% atau berada di atas prevalensi nasional berdasarkan Riskedas 2018.

"Peningkatan jumlah penyandang diabetes ini sangat erat kaitannya dengan gaya hidup tidak sehat. Salah satunya adalah konsumsi GGL (Gula, Garam, Lemak) yang berlebih dan kurang mencermati informasi nilai gizi pada kemasan pangan olahan," kata Endang dalam siaran pers yang diterima Bisnis pada Rabu (22/4/2020).

Dia menuturkan individu harus membatasi konsumsi CGL sebagai bagian dari pola hidup sehat untuk mencegah prediabetes maupun diabetes.

Konsumsi tersebut yaitu 50 gram gula atau 4 sendok makan gula per hari. 5 gram atau 1 sendok teh garam per hari, dan 67 gram lemak atau 5 sendok makan lemak per hari.

Pada kondisi Covid-19 sangat mudah menyebar dan menginfeksi, dia menuturkan Kementerian Kesehatan RI menganjurkan penyandang diabetes untuk mengonsumsi nutrisi rendah GGL.

Orang dengan diabetes, lanjutnya memiliki kadar gula yang tidak terkontrol, sehingga amat rentan mengalami komplikasi serius jika positif terinfeksi COVID-19, bahkan dapat berakibat fatal.

Astri Kurniati, Head of Nutrifood Research Center, menuturkan individu dengan kondisi penyakit tertentu seperti diabetes memiliki risiko lebih tinggi terkena komplikasi serius jika terkena Covid-19.

"American Diabetes Association menyatakan bahwa pada penderita diabetes, kadar gula darah yang tidak terkontrol dan infeksi virus dapat meningkatkan peradangan di dalam tubuh. Kombinasi kedua kondisi ini pun semakin memperburuk risiko komplikasi,” katanya.

Jadi, dia menuturkan mengontrol kadar gula darang menjadi semakin penting bagi penyandang diabetes di tengah pandemi ini.

Salah satu yang dapat individu lakukan adalah dengan menjalani gaya hidup sehat, di antaranya dengan menjaga pola makan sehat, menjaga berat badan dan rutin berolahraga.

Sebagai bagian dari pola makan sehat, penyandang diabetes sebaiknya memilih makanan tinggi serat, memperhatikan porsi dan waktu makan, serta membatasi konsumsi GGL (gula, garam dan lemak) sesuai anjuran Kementerian Kesehatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan tips puasa bugar
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top