Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tips Puasa, Bagi Penderita Sakit Maag dan Gerd

Penyakit maag tak menjadi penghalang untuk menjalankan ibadah puasa. Namun, dibutuhkan strategi agar sakit maag dan GERD tidak semakin parah.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 27 April 2020  |  14:20 WIB
Sakit perut - boldsky.com
Sakit perut - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Penderita asam lambung seperti maag dan GERD (asam lambung yang naik ke kerongkongan) akan merasa cemas jika penyakitnya akan semakin parah atau kambuhan selama menjalankan ibadah puasa.

Apalagi penderita penyakit asam lambung, memang dianjurkan untuk tidak telat makan. Namun, itu bukan alasan untuk tidak berpuasa.

Yayasan Gastroenterologi Indonesia mengungkapkan penelitian menunjukkan bahwa berpuasa memiliki dampak positif bagi kesehatan. Sebab, saat berpuasa, gaya hidup dan pola makan kita menjadi lebih teratur.

Keuntungan yang didapatkan saat kita berpuasa diantaranya menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol dalam tubuh, serta meningkatkan sensitivitas hormon insulin yang baik untuk penderita diabetes mellitus (kencing manis).

Bahkan, puasa ternyata dapat meringankan penyakit asam lambung. Hal tersebut didukung oleh suatu penelitian di Indonesia yang menunjukkan orang yang memiliki GERD dan menjalani puasa mengaku keluhannya lebih ringan dibanding mereka yang tidak berpuasa.

Gejala penyakit GERD dapat dicetuskan dan diperburuk oleh beberapa faktor seperti obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, asupan makanan dan minuman yang tidak sehat. Faktor-faktor ini dapat berubah ketika seseorang berpuasa selama bulan Ramadan. Contohnya, saat bulan Ramadan orang yang biasa merokok akan mengurangi rokoknya selama berpuasa.

Apa yang harus dilakukan penderita maag dan GERD agar dapat berpuasa nyaman dan lancar selama bulan Ramadan? Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:

1. Hindari telat sahur

Sahur sangat diperlukan bagi tubuh sebagai bekal nutrisi dan tenga agar kita dapat beraktivitas lancar selama kurang lebih 14 jam berpuasa. Usahakan bangun tepat waktu selama sahur agar Anda tidak terburu-buru untuk menghabiskan makanan.

Perlu diperhatikan pula untuk tidak makan terlalu banyak karena dapat membuat lambung bekerja lebih keras dan dapat memicu timbulnya keluhan pada lambung.

2. Jangan tunda saat buka puasa

Segeralah berbuka saat azan magrib berkumandang. Upayakan untuk berbuka puasa dengan porsi makanan yang sewajarnya, secara bertahap, dan tidak dalam jumlah besar dalam satu waktu.

Misalnya, membaginya menjadi 3 tahap yaitu makanan ringan saat berbuka puasa seperti kurma, makan malam setelah solat magrib yang komposisi dan porsinya seperti saat sahur, dan camilan malam hari setelah solat terawih seperti buah-buahan dan biskuit.

Makan secara bertahap dan mengunyah makanan dengan baik akan membuat kerja lambung tidak terlalu berat karena lambung membutuhkan ruang untuk mencerna makanan.

3. Pilih menu makanan yang bergizi dan tepat

Asupan total kalori saat bulan puasa tetap sama dengan bulan lainnya. Hanya saja, saat bulan puasa frekuensi makannya menjadi 2 kali.

Pilihlah makanan sahur yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum, dan oatmeal sebab makanan tersebut dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Jangan lupa untuk tetap tingkatkan asupan protein, sayur, dan buah-buahan. Hindari mengonsumsi daging yang berlebihan saat sahur, pilihlah daging yang rendah lemak dan batasi makan jeroan.

Selama sahur dan buka puasa, batasi konsumsi makanan yang memicu naiknya asam lambung seperti makanan tinggi lemak (gorengan), tinggi gula, asam, dan pedas. Untuk pengolahan makanan, utamakan dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang agar kadar minyak dalam makanan tidak tinggi.

4. Hindari langsung tidur setelah makan

Berilah jeda waktu setelah Anda makan dan tidur. Lambung memerlukan waktu sekitar 2 – 4 jam untuk mencerna makanan yang masuk. Baik dalam kondisi berpuasa maupun tidak, risiko terjadinya GERD meningkat pada seseorang yang langsung tidur setelah makan.

Saat lambung penuh, posisi tidur akan menyebabkan katup antara lambung dan kerongkongan tertekan dan isi lambung akan naik ke kerongkongan. Jika Anda merasa sangat mengantuk, posisikan diri Anda setengah duduk dimana posisi kepala dan bahu lebih tinggi dari perut.


5. Hindari stres dan kendalikan emosi

Selain menahan lapar dan haus, emosi juga harus dikendalikan selama menjalankan ibadah puasa. Selain berpahala, hal ini dapat menurunkan risiko muncul dan kambuhnya penyakit maag dan GERD.

Penelitian menunjukkan ketika Anda stress dan sedang emosi, Anda menjadi lebih sensitif terhadap nyeri yang diakibatkan oleh meningkatnya asam lambung. Anda dapat melakukan beberapa teknik relaksasi untuk mengendalikan stress dan emosi serta tidur yang cukup 6 – 8 jam per hari agar tubuh Anda dapat beristirahat maksimal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ramadan sakit mag Tips Puasa
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top