Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cek Fakta : Perokok Lebih Aman dari Infeksi Virus Corona?

Penelitian seolah menentang logika dasar kesehatan, terutama mengingat kelompok peneliti lainnya dari China sebelumnya mengatakan bahwa perokok 14 kali lebih mungkin terkena gejala parah dari penyakit ini.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 28 April 2020  |  09:36 WIB
Ilustrasi rokok
Ilustrasi rokok

Bisnis.com, JAKARTA – Beberapa waktu lalu, sekelompok peneliti di Prancis menemukan bahwa perokok teratur bisa jadi tidak mudah terinfeksi virus corona baru atau Covid-19, sebuah kemungkinan yang tampak berlawanan dengan intuisi.

Penelitian seolah menentang logika dasar kesehatan, terutama mengingat kelompok peneliti lainnya dari China sebelumnya mengatakan bahwa perokok 14 kali lebih mungkin terkena gejala parah dari penyakit ini.

Namun demikian, penelitian dari Prancis saat ini sedang berlangsung di tengah kondisi otoritas setempat yang telah membatas penjualan produk berbasis nikotin, pelarangan penjualan via daring, dan hanya mengizinkan apotek untuk mengeluarkan pasokan terbatas.

Lantas bisakah rokok mencegah infeksi virus corona? Jawabannya masih tidak pasti. Beberapa penelitian pendahuluan telah menemukan bahwa nikotin bisa menjadi faktor yang melindungi seseorang dari virus corona.

Peneliti dari Pitie-Salpetriere Hospital di Paris menemukan bahwa lebih sedikit orang yang dirawat karena Covid-19 yang merupakan perokok biasa dibandingkan dengan populasi umum.

Mereka mewawancarai 480 pasien yang positif corona, termasuk 250 orang yang dirawat di rumah sakit dan 130 orang yang memiliki gejala ringan dan diizinkan pulang ke rumah.

Hasilnya, dari mereka yang dirawat di rumah sakit hanya sekitar 4,4 persen perkokok yang terjangkit corona. Sementara 11,3 persen dari merupakan adalah populasi umum yang tidak merokok. Angka ini sangat rendah mengingat di antara populasi umum, sekitar 40 persen di antaranya adalah perokok.

Laporan dari The Telegraph menyebut bahwa penelitian lain di Prancis yang dilakukan oleh Pasteur Institute telah menguatkan klaim ini. Para peneliti menemukan bahwa perokok empat kali lebih kecil kemungkinannya terkena Covid-19.

Lembaga itu menguji hampir 700 peserta dan menemukan bahwa hanya 7,2 persen dari mereka yang terinfeksi merupakan perokok. Sementara, 28 persen yang terinfeksi virus merupakan kelompok bukan perokok.

Penelitian yang dilakukan di Prancis ini menunjukkan bahwa nikotin dapat berperan dalam memblokir virus. Ini yang dianggap bisa menjadi faktor pelindung tubuh terhadap infeksi, “Di bawah kontrol, nikotin dapat memberikan pengobatan efisien untuk infeksi akut seperti Covid-19,” kata pernyataan penelitian.

Akan tetapi, para peneliti juga memperingatkan bahwa nikotin adalah obat yang bertanggung jawab atas kecanduan merokok dan aktivitas merokok punya konsekuensi patologis yang parah dan tetap bahaya bagi kesehatan.

Oleh sebab itu, terlepas dari penelitian ini, konsensus umum masih dengan tegas menyatakan bahwa orang harus menghindari konsumsi rokok karena bahaya penyakit lain yang bisa ditimbulkan terhadap tubuh.

Pejabat kesehatan Prancis juga telah memperingatkan agar masyarakatnya tidak merokok. Mereka menegaskan bahwa rokok telah membunuh sekitar 75.000 orang per tahun di negara tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perokok Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top