Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PBB : Puncak Pandemi Corona di Negara Miskin Terjadi Beberapa Bulan Mendatang

Director General WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kemarin berbicara tentang masalah yang dihadapi organisasi internasional dalam respons mereka terhadap pandemi, yakni bahwa di beberapa negara miskin yang pengujiannya tidak tersebar, mungkin ada lebih banyak kasus dari data yang dilaporkan.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 08 Mei 2020  |  11:36 WIB
Gedung PBB - Antara
Gedung PBB - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah laporan baru yang diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan menyatakan bahwa puncak virus corona di negara miskin akan terjadi dalam tiga hingga enam bulan ke depan.

Dilansir dari CBS News, Jumat (8/5) laporan tersebut merupakan pembaruan dari rencana Amerika Serikat menangani pandemi, termasuk bagian dari World Health Organization (WHO) dan lembaga kemanusiaan lainnya.

Director General WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kemarin berbicara tentang masalah yang dihadapi organisasi internasional dalam respons mereka terhadap pandemi, yakni bahwa di beberapa negara miskin yang pengujiannya tidak tersebar, mungkin ada lebih banyak kasus dari data yang dilaporkan.

“Jumlah kasus di sebagian besar negara dalam Global Humatirarian Response Plan mungkin tampak kecil. Akan tetapi kita tahu bahwa pengawasan, pengujian lab, dan kapasitas sistem kesehatan di negara-negera ini lemah. Karena itu mungkin ada transmisi komunitas yang tidak terdeteksi,” katanya.

Sementara itu, UN Under Secretary General for Humanitarian Affairs, Mark Lowcock, mengatakan bahwa keadaan pandemi yang sulit pada akhirnya dapat berdampak terhadap negara-negara seperti Amerika Serikat, Eropa Barat, dan yang lainnya.

“Apa yang kami lihat sekarang adalah bahwa di banyak negara kaya, jumlah kasus menurun dan itu bagus ketika mereka melintasi puncak pertama epidemi. Tetapi jumlah kasus berkembang cukup cepat sekarang di Afrka, Asia, dan negara miskin di Amerika Latin, serta Timur Tengah,” katanya.

Dia melanjutkan bahwa dengan kemampuan tinggi virus untuk menyebar dengan cepat, jika jumlah kasus tumbuh di negara miskin akan tetapi tinggi maka hal tersebut akan berdampak pada negara Eropa dan Amerika Utara yang bisa menyebabkan fase pandemi lebih lanjut.

Lowcock mengatakan suda ada bencana ekonomi yang terjadi dan bahwa krisis virus corona baru ini dapat memperburuk situasi, baik dalam hal medis maupun ekonomi bagi banyak orang di tingkat dunia atau global.

Sejak awal respons PBB pertama kali telah meluncurkan dana sekitar US$1 miliar pada Maret lalu, tetapi badan kemanusiaan itu sekarang telah meningkatkan nilainya menjadi sekitar US$6,7 miliar mengingat krisis mengerikan yang terjadi di dunia.

Pendanaan ini bertujuan untuk membangun program-program yang telah dibuat untuk menangani pandemi dan masalah ekonomi, pendidikan, dan sanitasi yang terkait. Misalnya membuat jembatan udara untuk kargo medis, mengirim alat pelindung diri, memberikan pelatihan staf kesehatan, dan lain-lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pbb Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top