Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LIPI Akan Lakukan Uji Klinis Obat Herbal Penangkal Covid-19

Uji klinis yang dilakukan LIPI difokuskan pada pasien pneumonia ringan dengan sistem imun masih ada yang bisa melawan SARS-CoV-2.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  11:58 WIB
Peneliti LIPI melakukan pemekatan ekstrak dalam penelitian obat herbal untuk penyembuhan Covid-19 di Laboratorium Cara Pembuatan Obat Tradisional Baik (CPOTB) Pusat Penelitian Kimia LIPI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (6/5/2020)./ANTARA FOTO-Muhammad Iqbal - wsj
Peneliti LIPI melakukan pemekatan ekstrak dalam penelitian obat herbal untuk penyembuhan Covid-19 di Laboratorium Cara Pembuatan Obat Tradisional Baik (CPOTB) Pusat Penelitian Kimia LIPI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (6/5/2020)./ANTARA FOTO-Muhammad Iqbal - wsj

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia akan melakukan uji klinis kandidat imunomodulator herbal, obat peningkat kekebalan tubuh yang terbuat dari kombinasi tanaman herbal asli Indonesia pada 90 pasien di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Jakarta.

"Uji klinik difokuskan pada pasien pneumonia ringan yang mana sistem imun masih ada yang bisa melawan SARS-CoV-2, dan dengan bahan herbal ini kita bisa meningkatkan sistem imun," kata Peneliti LIPI Masteria Yunovilsa Putra selaku koordinator penelitian dan pengembangan imunomodulator dari bahan herbal untuk penanganan COVID-19 dalam seminar daring, Senin (18/5/2020).

Masteria menjelaskan bahwa ada dua produk imunomodulator yang sedang dikembangkan, yakni produk berbahan jamur cordyceps (Cordyceps militaris) serta produk yang dibuat dari ekstrak jahe merah (Zingiber officinale Roxb. var. rubrum Rosc.), meniran (Phylanthus niruri), sambiloto (Andrographis paniculata), dan sembung (Blumea balsamifera).

"Berdasarkan kajian yang kami kerjakan, kedua produk ini mempunyai sifat imunomodulator yakni meningkatkan sistem imun," katanya.

Dia menjelaskan bahwa jamur cordyceps mengandung senyawa aktif cordycepin, adenosine, dan polisakarida.

Cordycepin bisa menjadi antiinflamasi dan antivirus, adenosine berpotensi menjadi antivirus dan memiliki aktivitas antiaritmia, dan polisakarida memiliki aktivitas imunomodulator, antioksidan, antitumor dan antipenuaan.

Tanaman herbal yang digunakan untuk membuat produk imunomodulator juga mengandung senyawa-senyawa yang bisa membantu tubuh melawan serangan virus.

Masteria mengatakan bahwa uji klinis penggunaan imunomodulator herbal pada pasien Covid-19 akan dilakukan selama 14 hari terhitung dari hari pertama semenjak pasien diberi produk tersebut.

Perekrutan pasien untuk uji klinis produk imunomodulator itu, menurut dia, dapat dimulai pekan depan atau paling cepat setelah Lebaran.

"Kami lebih fokus mengobati Covid-19 dengan meningkatkan sistem imun," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lipi

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top