Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tagihan Listrik Membengkak, Tompi Ungkap Kekecewaan kepada PLN

Kekecewaan musisi yang juga berprofesi sebagai dokter bedah plastik ini ditumpahkan di media sosial melalui akun Twitter @dr_tompi.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  13:40 WIB
Ilustrasi - Petugas memeriksa meteran listrik di Rumah Susun Bendungan Hilir, Jakarta, Senin (4/5/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Ilustrasi - Petugas memeriksa meteran listrik di Rumah Susun Bendungan Hilir, Jakarta, Senin (4/5/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Musisi Tompi mengeluhkan minimnya komunikasi PLN kepada masyarakat terkait tarif minimal bagi pelanggan pascabayar.

Kekecewaan musisi yang juga berprofesi sebagai dokter bedah plastik ini ditumpahkan di media sosial melalui akun Twitter @dr_tompi.

"Pada tau gak, kl PLN itu ternyata: ada tarif minimum yang harus dibayarkan meski ga ada pemakaian (kecuali sistem prepaid/token isi ulang). Nah, kasus di gw ternyata harus bayar 2,1 juta per bulan meski ga dipake. Yg disayangkan adalah hal2 begini "kurang diinformasikan" di awal," cuitnya pada Kamis (11/6/2020).

Pasalnya, yang membuat Tompi kesal adalah tagihan biaya listrik salah satu kantor miliknya yang tutup selama tiga bulan, dinilainya 'membengkak'.

Setelah mendapatkan tanggapan dari pihak PLN, kasus 'pembengkakan' biaya listrik yang dialami Tompi disebabkan dua hal yakni kesalahan penghitungan dan adanya tarif minimum listrik.

Musisi yang kini merambah dunia perfileman sebagai produser ini berharap komunikasi publik PLN lebih ditingkatkan agar masyarakat memahami aturan-aturan terkait tarif listrik yang tidak banyak diketahui masyarakat.

"Sy rasa PLN perlu memperbaiki komunikasi publiknya dengan lebih lugas/ gamblang dalam penjelasan," cuitnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN tarif listrik
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top