Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasien Covid-19 Asal Negara Ini Lebih Berisiko Meninggal Dunia

Pasien penyakit virus corona (Covid-19) asal negara-negara Asia Selatan memiliki kecenderungan lebih besar untuk meninggal di rumah sakit di Inggris ketimbang pasien-pasien dari kelompok etnis lain.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  18:45 WIB
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. - Antara
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pasien penyakit virus corona (Covid-19) asal negara-negara Asia Selatan memiliki kecenderungan lebih besar untuk meninggal di rumah sakit di Inggris ketimbang pasien-pasien dari kelompok etnis lain.

Data dari 34.986 pasien Covid-19 yang dirawat di 260 rumah sakit di Inggris menunjukkan tidak adanya perbedaan antar kelompok etnis pada tahap-tahap awal penyakit ini.

Namun, etnis minoritas dari semua latar belakang lebih cenderung membutuhkan perawatan kritis dan ventilator ketimbang orang kulit putih begitu menjalani perawatan di rumah sakit, menurut sebuah studi.

Setelah dirawat di rumah sakit, pasien asal negara-negara Asia Selatan seperti India, Pakistan, dan Bangladesh memiliki 20 persen kecenderungan lebih besar untuk meninggal daripada kelompok etnis lain. Hal ini sebagian dijelaskan oleh lebih tingginya tingkat diabetes yang sudah diderita.

“Populasi Asia Selatan di rumah sakit terlihat sangat berbeda dengan populasi kulit putih,” ujar Profesor Ewen Harrison dari University of Edinburgh, kepada BBC, Jumat (19/6/2020).

“Mereka rata-rata 12 tahun lebih muda, itu perbedaan besar, dan mereka cenderung tidak menderita demensia, obesitas atau penyakit paru-paru, tetapi tingkat diabetes yang sangat tinggi,” tambahnya.

Temuan itu disebut memiliki implikasi-implikasi penting untuk kebijakan kesehatan publik, mengingat banyak warga asal Asia Selatan bekerja di posisi pelayanan kesehatan garis depan.

“Etnisitas harus diperhitungkan dalam memprioritaskan perawatan pencegahan dan kebijakan vaksinasi di masa depan,” demikian menurut laporan tersebut, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (19/6/2020).

Data pemerintah menunjukkan masyarakat etnis Asia Selatan membentuk lebih dari 5 persen populasi Inggris, sementara 10 persen dari pekerja Layanan Kesehatan Nasional adalah etnis Asia non-China, persentase terbesar setelah orang kulit putih.

Penelitian ini dipublikasikan ketika Inggris telah mencatat lebih dari 42.000 korban jiwa akibat Covid-19, terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Virus Corona covid-19 pasien sembuh COVID-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top