Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Musim Panas Bisa Tingkatkan Risiko Penularan Covid-19, Waspadalah!

Cuaca panas bisa membuat orang tergoda untuk keluar ruangan atau berdiam di lingkungan ber-AC. Jika protokol kesehatan tak dijalankan, risiko penularan Covid-19 bisa meningkat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  13:45 WIB
Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA Laboratorium Mikrobiologi RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2020). - ANTARA/Umarul Faruq
Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA Laboratorium Mikrobiologi RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2020). - ANTARA/Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA - Menjalankan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19 tetap harus diperhatikan walau musim panas segera tiba. 

Sebagian orang yang tinggal di wilayah yang sudah memasuki musim panas dan menghadapi pandemi Covid-19 tetap harus mewaspada kondisi kesehatan.

Penting dicatat bahwa cuaca panas bisa memperburuk situasi pasien Covid-19, bahkan dapat meningkatkan kemungkinan penularan ketika orang-orang berkumpul di luar ruangan.

Para pakar kesehatan seperti dilansir Xinhua mengingatkan masyarakat agar selalu mengenakan masker saat berada di luar ruangan. Masker bisa dipilih dari bahan yang ringan dan memudahkan bernapas, misalnya masker bedah atau masker kain berbahan katun.

Pakailah masker di dalam ruangan jika pengaturan jarak fisik dan sosial tidak dimungkinkan. Tetaplah berusaha menjaga jarak fisik dan sosial dengan orang lain.

Untuk mengurangi potensi penyebaran virus melalui udara atau aerosol, Global Heat Health Information Network (GHHIN), menyarankan semua sistem ventilasi dan pendingin udara diperiksa, dirawat, dan dibersihkan secara teratur untuk mencegah penularan.

"Bahkan di lingkungan yang berventilasi baik, orang harus terus mengikuti rekomendasi jarak fisik dan menjaga kebersihan tangan," kata pihak GHHIN yang juga menyarankan suhu ruangan sebaiknya diatur 24-27 derajat Celcius untuk pendinginan.

GHHIN adalah forum independen ilmuwan, praktisi dan pembuat kebijakan,

Selain itu, perhatikan masalah usia, kondisi medis yang sudah ada sebelumnya dan faktor-faktor lain dapat meningkatkan kerentanan orang terhadap panas ekstrem, kata jaringan yang dipelopori oleh WHO dan WMO itu.

Hal lain yang tak kalah penting, penuhilah asupan gizi melalui makanan sehat dan cukupilah kebutuhan hidrasi tubuh demi mencegah dehidrasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top