Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inggris Uji Coba Vaksin Virus Corona Imperial RNA ke Relawan

Sebanyak 15 relawan dengan kondisi sehat diberikan 'dosis kecil' dari vaksin potensial pada 19 Juni lalu. Hal ini untuk menilai keamanan serta menemukan dosis optimal.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  13:22 WIB
Para peneliti di dunia tengah berlomba untuk menciptakan vaksin virus corona (Covid-19) yang efektif. - Euronews
Para peneliti di dunia tengah berlomba untuk menciptakan vaksin virus corona (Covid-19) yang efektif. - Euronews

Bisnis.com, JAKARTA – Para peneliti di Imperial College London yang saat ini bergabung dengan Universitas Oxford menguji coba vaksin potensial, Imperial RNA ke relawan dengan kondisi sehat untuk pertama kali. 

Dilansir Metro UK, Rabu (24/6/2020), sebanyak 15 relawan dengan kondisi sehat diberikan 'dosis kecil' dari vaksin potensial pada 19 Juni lalu. Hal ini untuk menilai keamanan serta menemukan dosis optimal.

Para peneliti mulai dengan dosis rendah dan secara bertahap meningkatkannya ke dosis yang lebih tinggi untuk sukarelawan berikutnya. Dosis kedua akan diberikan pada empat minggu setelahnya dan diharapkan ada 300 relawan yang bisa ikut serta dalam uji coba ini.

Profesor Robin Shattock, dari departemen penyakit menular di Imperial, yang memimpin penelitian ini mengatakan pekerjaan timnya merupakan 'langkah penting' bagi kandidat vaksin mereka.

“Kami sekarang dengan sabar menunggu rekrutmen cepat ke uji coba sehingga kami dapat menilai keamanan vaksin dan kemampuannya untuk menghasilkan antibodi penawar yang akan menunjukkan respons efektif terhadap Covid-19. Saya menantikan kemajuan kami dalam beberapa bulan mendatang,” ujarnya.

Vaksin Imperial RNA menggunakan untaian kode genetik sintetis berdasarkan bahan genetik Sars-CoV-2, bekerja dengan mengirimkan instruksi genetik ke sel otot untuk membuat lonjakan protein di permukaan Sars-CoV-2.

Kehadiran protein ini memicu respons kekebalan, menawarkan perlindungan terhadap Covid-19.
Jika vaksin ini aman dan menunjukkan respons kekebalan yang menjanjikan, percobaan yang melibatkan 6.000 orang diperkirakan akan dilanjutkan pada Oktober.

Dr Katrina Pollock, dari departemen penyakit menular Imperial dan kepala peneliti dari penelitian ini, mengatakan pihaknya saat ini siap untuk menguji vaksin dalam fase evaluasi dosis sebelum bergerak maju untuk mengevaluasinya dalam jumlah yang lebih besar.

Imperial juga telah membentuk perusahaan sosial baru yang disebut VacEquity Global Health (VGH) untuk mengembangkan dan mendistribusikan vaksinnya di seluruh Inggris dan di seluruh dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top