Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Memori 50 Tahun Festival Glastonbury

Festival Glastonbury akan diganti dengan pertunjukan daring oleh Victoria and Albert Museum (V&A) London bertepatan dengan 50 tahun kenangan di Glastonbury.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  18:28 WIB
Coldplay saat tampil di Festival Glastonbury 2016 - Reuters
Coldplay saat tampil di Festival Glastonbury 2016 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi virus corona memaksa pelaksana acara untuk menunda festival yang seharusnya berlangsung pada 24-28 Juni 2020.

Dilansir melalui The Guardian, Glastonbury Festival tahun ini akan diganti dengan pertunjukan daring oleh Victoria and Albert Museum (V&A) London bertepatan dengan 50 tahun kenangan di Glastonbury.

Untuk memastikan lima puluh tahun sejak kelahiran festival ini dirayakan, museum V&A telah meluncurkan pameran online yang akan berlangsung sepanjang pekan.

Mereka akan memutar rekaman dan gambar dari arsip Festival Glastonbury, serta siaran penampilan langka, poster, tiket, gambar arsitektur, playlist, tirai soundscape hingga rangkuman mode fesyen dari tahun ke tahun.

"Kita tidak bisa dengan begitu saja menciptakan festival seperti Glastonbury saat ini. Ada sesuatu hal khusus tentang cara organik acara ini berkembang sejak momen festival pertama," kata kurator V&A Kate Bailey kepada The Guardian, seperti dikutip pada Kamis (25/6/2020).

Museum V&A juga telah mengajak para pengunjung festival terdahulu untuk mengirimkan kenangan mereka tentang festival itu untuk digunakan dalam arsip. Arsip ini akan memungkinkan museum untuk memetakan pengalaman pribadi ke garis waktu sejarah festival yang kaya dan luas.

Kisah festival musik ini dimulai pada tahun 1970.

Dikutip melalui sinopsis buku "Glastonbury 50: The Official Story of Glastonbury Festival", sehari setelah kematian Jimi Hendrix, peternak sapi perah Michael Eavis mengundang orang untuk bersuka ria ke ladangnya di Somerset dalam acara festival 'Pop, Folk & Blues'.

Tiketnya masing-masing seharga 1 poundsterling berhasil memikat lebih dari seribu penonton dengan penampilan musik, tarian, puisi, teater, kerlap-kerlip lampu, hiburan spontan hingga susu gratis dari sapi di peternakan Worthy Farm.

Berselang lima dekade yang penuh gejolak, visi Eavis untuk sebuah festival musik kini menjadi sebuah acara paling ditunggu. Tiket dapat terjual habis dalam hitungan menit.

Festival ini juga ditayangkan di 40 negara di seluruh dunia dan setidaknya 3 juta penonton yang langsung datang ke ladang itu.

Hingga hari ini, daftar penampil untuk Festival Glastonbury terus berkembang, menampilkan nama-nama besar, seniman dan desainer dari setiap cabang seni kreatif. Festival Glastonbury sekarang menjadi acara yang diadakan di lapangan hijau terbuka terbesar di dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

musik festival glastonberry Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top