Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rilis Film Tenet, Kembali Ditunda hingga Agustus

Warner Bros berkomitmen untuk menghadirkan 'Tenet' ke penonton di layar lebar, bila waktunya sudah tepat.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  16:08 WIB
Warner Bros
Warner Bros

Bisnis.com, JAKARTA - Warner Bros kembali menunda rilis film 'Tenet' garapan sutradara Christopher Nolan.

Ini adalah penundaan kedua untuk film yang sangat dinanti-nantikan dan telah disiapkan untuk memulai kembali kegiatan menonton film di bioskop setelah penutupan yang panjang karena pandemi virus corona.

Film yang menelan biaya produksi hingga US$200 juta tersebut awalnya dijadwalkan hadir di bioskop pada 17 Juli, tetapi kemudian ditunda hingga 31 Juli 2020. Sekarang, rencana terbaru mengatakan film yang dibintangi Robert Pattinson ini akan dirilis pada 12 Agustus.

“Warner Bros berkomitmen untuk menghadirkan 'Tenet' ke penonton di layar lebar, ketika bioskop siap dan pejabat kesehatan masyarakat mengatakan sudah waktunya,” kata juru bicara Warner Bros dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip melalui Variety, Jumat (26/6/2020).

Lebih lanjut, studio itu menuturkan bahwa saat ini mereka berupaya untuk bersikap lebih fleksibel karena situasi seperti ini tidak bisa disamakan dengan pemutaran film secara tradisional.

"Kami memilih untuk merilis film pada pertengahan pekan untuk memungkinkan audiens menemukan waktu yang tepat, dan kami berencana untuk menayangkannya lebih lama, jauh di luar norma biasanya, untuk mengembangkan strategi rilis yang sangat berbeda namun dipastikan akan sukses," ujar Warner Bros.

Studio ini juga menunda peluncuran kembali film laris sci-fi garapan Nolan berjudul "Inception," untuk memperingati 10 tahun sejak film ini pertama kali rilis, menjadi tanggal 31 Juli 2020.

Perubahan terbaru pada jadwal rilis "Tenet" datang setelah Gubernur New York Andrew Cuomo mengumumkan bahwa bioskop di kotanya tidak akan dimasukkan dalam kategori pembukaan kembali kegiatan bisnis Fase 4.

Tanpa bioskop di New York City dan Los Angeles kembali dibuka, film epik beranggaran besar ini akan kehilangan penonton dari dua pasar bioskop terbesar di Amerika Serikat.

Ketika beberapa negara bagian sudah mulai dibuka kembali, yang lain justru dilaporkan mencatat lonjakan besar-besaran pada tingkat infeksi. Sehingga dapat menggagalkan rencana industri untuk kembali membuka bioskop.

Bahkan jika multiplexes di seluruh negeri kembali dibuka, masih belum jelas apakah audiens akan merasa aman kembali ke bioskop saat penyakit ini masih menyebar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bioskop disney
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top