Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

7 Cara Kendalikan Kecemasan

Untuk menghindari kecemasan, ada banyak cara mengatasinya. Berikut 7 di antaranya
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  16:06 WIB
Cemas - hipnoterapi.com
Cemas - hipnoterapi.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kecemasan adalah hal yang wajar di tengah pandemi. Ketakutan akan tertular meningkatkan rasa khawatir berlebih.

Hal itu seharusnya dihindari karena cemas berlebih bisa menurunkan imunitas tubuh yang pada akhirnya membuat Anda rentan terinfeksi virus dan beragam penyakit lainnya.

Untuk menghindari kecemasan, ada banyak cara mengatasinya. Berikut 7 di antaranya: 

1. Identifikasi pemicu  

Apa pemikiran yang menyebabkan reaksi emosional dan fisik? Ini sebuah petunjuk. Salah satu penyebab paling umum dari pikiran khawatir adalah “Bagaimana jika?”

Seperti bagaimana jika saya sakit? Bagaimana jika seseorang dalam keluarga saya sakit? Bagaimana jika saya kehilangan pekerjaan? Bagaimana jika saya mengalami serangan panik? Bagaimana jika saya gagal?

2. Beri Nilai intensitas kekhawatiran Anda

Sekarang setelah Anda berhasil mengidentifikasi pemikiran yang membuat sistem saraf pusat Anda menjadi hiruk-pikuk, beri peringkat intensitas emosi dari 1-100. Misalnya, "Kecemasan, 85/100."

3.Tuliskan pikiran dan gambar yang tidak membantu 

Sering kali, kita yang bergumul dengan kecemasan dan kekhawatiran memiliki imajinasi yang sangat aktif. Kita segera melihat di mata pikiran kita skenario terburuk yang terjadi tepat di depan mata kita dan sistem pertarungan atau penerbangan kita langsung diaktifkan. Luangkan
waktu sebentar untuk menuliskan apa yang Anda bayangkan akan terjadi. Ini dapat mencakup reaksi Anda, reaksi orang lain, apa yang akan mereka katakan, apa yang akan Anda lakukan, dll.

4. Periksa bukti yang mendukung pemikiran khawatir

Tenemukan dukungan faktual yang memvalidasi pemikiran khawatir. Hal ini akan memberi Anda kesempatan untuk mundur dan melakukan inventarisasi seberapa benar dan realistis kekhawatiran ini.

5. Periksa bukti

Keluarkan kaca pembesar mental Anda dan mulailah memeriksanya. Seperti halnya seorang detektif yang mencari fakta dan bukan opini, kita perlu melakukan hal yang sama. Fakta apa yang menunjukkan kepada Anda bahwa pemikiran khawatir ini tidak benar? Tanyakan pada diri sendiri, pernahkah rasa takut ini terwujud sebelumnya? Berapa kali? Anda mungkin menemukan bahwa itu hanya terjadi sekali seumur hidup Anda atau tidak sama sekali. Sering kali bermanfaat untuk memberikan diri Anda dengan contoh-contoh ketika Anda telah berhasil menyelesaikan hal yang Anda khawatirkan di masa lalu. Juga bermanfaat untuk menilai kemungkinan ini terjadi dari 0-100 untuk membantu membantah pemikiran khawatir otomatis yang negatif.

6. Masukkan pemikiran yang lebih realistis dan seimbang

Berpikirlah positif. Seberapa besar kemungkinan sesuatu yang positif akan terjadi? Pernahkah saya memiliki pengalaman positif dengan situasi, orang, atau peristiwa ini di masa lalu? Satu pertanyaan yang secara pribadi saya sukai adalah, "Dalam spektrum kehidupan saya, seberapa pentingkah situasi ini?" Apakah jumlah energi yang saya khawatirkan tentang situasi ini sebanding dengan pentingnya? " Tidak? Kemudian kalibrasi ulang sesuai kebutuhan.

7. Tingkatkan kembali intensitas kecemasan dan kekhawatiran

Pada titik ini, sebagian besar akan mengalami pengurangan kecemasan yang signifikan dan bukti yang akan dikuantifikasi. Ini saja dapat memberi kita insentif untuk mulai menantang pikiran otomatis negatif alih-alih mempercayainya. Ingat, jika latihan ini tidak berhasil untuk Anda, jangan menilai diri sendiri, itu hanya akan meningkatkan kecemasan. Terkadang kita sangat khawatir, sulit memikirkan kemungkinan alternatif. Raih orang yang Anda cintai atau teman dan lalui catatan pikiran bersama. Mungkin membantu untuk mendapatkan perspektif orang lain, terutama jika Anda menghargai pendapat mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inspirasi cemas
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top