Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Upaya Miliarder di Balik Film 'Contagion' Untuk Setop Pandemi

Sembilan tahun yang lalu, perusahaan film Jeff Skoll, Participant Media bermitra dengan Warner Brothers untuk merilis "Contagion," sebuah film tentang pandemi global yang dimulai dengan virus dari kelelawar.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  13:57 WIB
Jeff Skoll
Jeff Skoll

Bisnis.com, JAKARTA -- Jeff Skoll telah mendanai kesiapsiagaan pandemi selama lebih dari satu dekade, bahkan lebih lama dari Bill Gates.

Dalam beberapa bulan terakhir, dia meningkatkan aksi filantropisnya untuk membantu memerangi Covid-19.

Sembilan tahun yang lalu, perusahaan film Jeff Skoll, Participant Media bermitra dengan Warner Brothers untuk merilis "Contagion," sebuah film tentang pandemi global yang dimulai dengan virus dari kelelawar.

Ketika sebagian orang melihat film itu murni sebagai fiksi ilmiah, Skoll memiliki motif tersembunyi.

Dia berharap film itu akan membantu membangun dukungan untuk pendanaan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS dan juga memperingatkan dunia tentang bahaya potensial dari pandemi global.

Dilansir melalui Forbes, Skoll, 55 tahun, menjadi miliarder lebih dari dua dekade lalu berkat saham berjumlah besar yang dia miliki di eBay.

Sejak meninggalkan eBay pada tahun 2001, dia telah menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk mencoba membantu mengubah dunia.

"Film 'Contagion' telah menjadi hit yang harus ditonton di rumah selama pandemi. Film ini meraih gelar penjualan nomor satu sepanjang tahun ini," menurut Warner Brothers, distributornya, seperti dikutip melalui Forbes, Selasa (30/6).

Selain mendukung film tentang pandemi, Skoll telah mendanai kesiapsiagaan dan pencegahan pandemi sejak 2009 melalui Skoll Global Threats Fund, di mana dia menyalurkan dana sebesar US$100 juta.

Aksi ini dia lakukan bahkan enam tahun sebelum TED Talk Bill Gates, yang sekarang terkenal, memberi peringatan tentang ancaman lingkungan seperti perubahan iklim, kelangkaan air, senjata nuklir dan konflik di Timur Tengah.

Sejak awal tahun ini, Skoll telah menyumbang dana tambahan US$200 juta untuk yayasan amalnya, US$100 juta pertama diumumkan pada akhir April dan akan digunakan untuk memerangi Covid-19.

US$100 juta lainnya sudah dia alokasikan sejak awal tahun ini, katanya kepada Forbes.

Baru-baru ini Skoll Foundation berjanji untuk melipatgandakan pemberian hibah tahun ini menjadi US$200 juta.

Penerima manfaat baru pada tahun 2020 termasuk beberapa orang termiskin di Los Angeles dan dari program pelacakan kontak yang diluncurkan di California.

"Uang itu kita simpan untuk waktu darurat seperti saat ini. Jika tidak dilakukan sekarang, kapan lagi?" kata Skoll tentang pemberian amal.

Selama pandemi, dia bekerja hingga 20 jam sehari di dapurnya di Beverly Hills. Dalam wawancara pada awal Juni, dia berkelakar bahwa itu adalah "pusat komando," yang dilengkapi dengan beberapa iPad, MacBook, dan beberapa perangkat bluetooth.

Dia berbicara kepada orang-orang di seluruh dunia, berupaya meringankan beban akibat pandemi serta menggali ide-ide baru dari individu, organisasi dan perusahaan.

Penelitian pandemi yang Skoll danai melalui Skoll Global Threats Fund berubah menjadi sebuah organisasi nirlaba bernama Ending Pandemics pada Januari 2018, dengan hibah dari Skoll.

Hingga hari ini, Ending Pandemics telah bermitra dengan pemerintah dan otoritas kesehatan masyarakat di 36 negara, 11 di antaranya memiliki sistem pengawasan yang melacak Covid-19 dan penyakit menular lainnya.

Meskipun banyak tantangan, Skoll adalah seorang yang optimistis, bahkan tentang pandemi.

Dia berharap bahwa pengobatan untuk Covid-19-yang ada saat ini dapat bekerja dan ditingkatkan untuk distribusi pada musim panas ini.

“Saya berharap kita bisa mendapatkan solusi dalam beberapa bulan ke depan. Saya melihat ada jalan ke sana,” katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daftar miliarder Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top