Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WHO Sebut Penyebaran Virus Corona di Udara, Cek Faktanya

Pedoman WHO didasarkan pada pernyataan ilmuwan bahwa virus corona 19 menyebar melalui tetesan besar yang dihasilkan dari orang yang terinfeksi Covid-19.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  22:18 WIB
Ilustrasi virus corona di udara
Ilustrasi virus corona di udara

Bisnis.com, JAKARTA - Para penelitian sedang memahami sifat virus corona yang pada gilirannya dapat membantu para ahli kesehatan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit.

Studi ekstensif membantu memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang sifat virus corona baru, menginformasikan kepada publik tentang perkembangannya, sehingga menciptakan kesadaran lebih lanjut tentang masalah ini.

Sampai hari ini, ada 11.965.661 kasus virus corona dengan 546.988 kematian. Pada catatan, 6.913.793 telah pulih. Menurut sebuah laporan baru-baru ini, lebih dari 200 ilmuwan telah menulis kepada WHO, bahwa virus corona yang menyebabkan pandemi Covid-19 mengudara dan meminta organisasi kesehatan untuk mengubah pedoman mereka tentang penularan penyakit ini:

1. Apakah Covid-19 Menyebar Lewat Udara? Apa Kata Laporan Itu?

Sekelompok 239 ilmuwan di 32 negara menyusun surat terbuka untuk WHO, menguraikan bukti yang menunjukkan partikel virus mengambang dapat menginfeksi orang yang menghirupnya.

Diterbitkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases, surat itu juga meminta WHO untuk memperbarui pedoman tentang bagaimana penyakit pernapasan melintas di antara orang-orang, sehubungan dengan bukti yang baru muncul

Laporan itu, upaya gabungan para ilmuwan dari berbagai negara, menjadi sorotan terutama karena lonjakan cepat dalam jumlah kasus di seluruh dunia. Laporan itu menggulingkan klaim WHO sebelumnya bahwa virus Covid-19 tidak mengudara.

Pada Mei, WHO telah mengkonfirmasi bahwa coronavirus tidak mengudara. Ketika virus menyebar melalui tetesan yang dihasilkan dari orang yang terinfeksi, ada keraguan mengenai virus yang mengudara.

WHO melaporkan bahwa tetesan terlalu berat untuk menggantung di udara dan dapat dengan cepat jatuh ke permukaan dan satu-satunya cara penyebaran virus adalah dari kontak dekat.

2. WHO Menanggapi Laporan Dari Para Ilmuwan

Beberapa hari yang lalu, WHO mengakui bahwa ada bukti yang muncul yang menunjukkan bahwa coronavirus SARS-CoV-2 mungkin mengudara.Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis pada pandemi Covid-19 di WHO mengatakan dalam jumpa pers yang dikutip dari Boldsky, Jumat (10/7/2020).

"Kami telah berbicara tentang kemungkinan transmisi udara dan transmisi aerosol sebagai salah satu mode transmisi Covid-19."

Pedoman WHO didasarkan pada pernyataan ilmuwan bahwa virus Covid-19 menyebar melalui tetesan besar yang dihasilkan dari orang yang terinfeksi Covid-19; dan selanjutnya memperbarui bahwa penularan virus corona melalui udara hanya dimungkinkan setelah prosedur medis yang menghasilkan aerosol, atau tetesan yang lebih kecil dari 5 mikron.

WHO sedang mempelajari data yang muncul tentang coronavirus aerosol untuk melihat apakah rekomendasi saat ini perlu diubah, termasuk bahwa orang sehat tidak perlu masker. Para pejabat kesehatan telah menambahkan bahwa petugas kesehatan harus mengambil tindakan pencegahan ekstra selama prosedur yang dapat menghasilkan aerosol.

"Berdasarkan informasi yang diterima sejauh ini dan dari pengalaman kami dengan coronavirus lain, Covid-19 tampaknya sebagian besar menyebar melalui tetesan pernapasan (misalnya ketika orang sakit batuk) dan kontak dekat. Inilah sebabnya mengapa WHO merekomendasikan tangan dan kebersihan pernapasan, "kata salah satu pejabat WHO.

Benedetta Allegranzi, pimpinan teknis WHO untuk pencegahan dan pengendalian infeksi mengatakan bahwa kemungkinan virus Covid-19 ditularkan dan oleh karena itu kemungkinan penularan melalui udara di pengaturan publik, terutama dalam kondisi khusus seperti, pengaturan ramai, tertutup, berventilasi buruk yang telah dijelaskan dalam laporan oleh para ilmuwan tidak dapat dikesampingkan.

Pembaruan yang mengkhawatirkan oleh WHO memang memprihatinkan, tetapi organisasi kesehatan menegaskan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian dan bahwa orang harus terus mengikuti jarak fisik dan memakai topeng untuk menghindari penyebaran infeksi virus corona.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk kesehatan publik internasional akan menerbitkan briefing ilmiah yang merangkum pengetahuan tentang cara penularan virus Covid-19 dalam beberapa hari mendatang. Tinggal di rumah. Tetap aman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top