Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Awas! Stres Pengaruhi Gula Darah Penderita Diabetes

Untuk menurunkan kadar gula darah, maka praktik mindfulness mulai banyak dilakukan oleh penderita diabetes.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  13:33 WIB
Ilustrasi pengecekan kadar gula darah terhadap penderita diabetes melitus - Reuters
Ilustrasi pengecekan kadar gula darah terhadap penderita diabetes melitus - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Para peneliti telah menemukan hubungan yang jelas antara hormon stres kortisol dan kadar gula darah yang lebih tinggi pada orang dengan diabetes tipe 2.

Adapun, penelitian sebelumnya juga telah menunjukan bahwa stres dan depresi adalah dua penyebab utama dari profil kortisol yang lebih dari rata-rata.

“Pada orang sehat, kortisol berfluktuasi secara alami sepanjang hari, meningkat pada pagi hari dan turun pada malam hari,” kata Joshua Joseph, peneliti dari Ohio State University seperti dikutip Gulf News, Rabu (15/7/2020).

“Akan tetapi, pada peserta dengan diabetes tipe 2, profil kortisol yang lebih datar sepanjang hari memiliki kadar glukosa yang lebih tinggi,” imbuhnya dalam makalah yang diterbitkan dalam jurnal Psychoneuroendocrinology.

Kadar kortisol yang berkelanjutan ini membuat lebih sulit untuk mengontrol gula darah dan mengelola penyakit, itulah sebabnya mengapa sangat penting bagi penderita diabetes tipe 2 untuk menemukan cara mengurangi stres mereka.

Joseph menyebut dia dan timnya telah memulai uji coba baru untuk memeriksa apakah praktik mindfulness seperti yang mulai banyak dilakukan, dapat menurunkan gula darah pada mereka yang menderita diabetes.

Akan tetapi, dia menyebut cara tersebut bukan satu-satunya bentuk penghilang stres yang bisa dilakukan. Setiap orang harus menemukan dan memiliki sesuatu yang bisa dinikmati dan dijadikan sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.

Adapun, hubungan kortisol dengan kadar glukosa hanya diamati pada mereka yang menderita diabetes. Namun, tim peneliti percaya bahwa hormon stres kemungkinan memainkan peran penting dalam pencegahan diabetes.

Dengan penyakit diabetes tipe 2 yang dimiliki, tubuh tidak menggunakan insulin dengan benar. Beberapa orang dapat mengelola kadar gulanya dengan makan sehat dan berolahraga, sementara yang lain mungkin memerlukan obat atau insulin untuk membantu mengatasinya.

Joseph menyatakan kebanyak orang dengan diabetes tipe 2 tahun pentingnya olahraga secara teratur, makan makanan sehat, dan istirahat yang cukup. Akan tetapi, menghilangkan stres adalah komponen penting yang sering dilupakan dalam manajemen diabetes.

“Apakah itu kelas yoga, berjalan-jalan, atau membaca buku, menemukan cara untuk menurunkan tingkat stres adalah hal penting bagi kesehatan semua orang secara umum, terutama bagi mereka yang menderita diabetes tipe 2,” tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes tips sehat Penyakit Diabetes
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top