Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Epidemiolog UI Peringatkan Jangan Euforia Dulu Soal Vaksin Covid-19

Dia mengatakan karena tidaklah mudah mendapatkan vaksin yang efektif dan aman.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  19:36 WIB
Vaksin Measles, Mumps, Rubella (MMR). - Reuters/Lindsey Wasson
Vaksin Measles, Mumps, Rubella (MMR). - Reuters/Lindsey Wasson

Bisnis.com, JAKARTA - Epidemiolog Fakultas Kedokteran UI Pandu Riono mengatakan agar masyarakat dan pemerintah Indonesia jangannterlalu euforia terkait vaksin covid-19 di Indonesia.

Dia mengatakan karena tidaklah mudah mendapatkan vaksin yang efektif dan aman.

Berdasarkan data global saja, katanya, dari 173 kandidat vaksin yang dikembangkan seluruh dunia, belum ada satupun yang disetujui penggunaannya.

Bahkan, dari ratusan kandidat itu, baru 3 kandidat yang memasuki fase tiga atau tahap akhir uji klinis.

"Publik perlu tahu uji klinis fase 3, itu harus dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dianggap efektif bila di atas 60%. Hanya 10% yang bisa lolos fase 3," tulisnya di akun twitter pribadinya.

Sedangkan 140 kandidat baru memasuki tahap pra klinis yang merupakan tahap awal dari penelitian.

Menurutnya, Biofarma juga diminta tak perlu menjanjikan akan produksi vaksin dalam waktu dekat. 

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa vaksin virus Corona (Covid-19) baru akan tersedia pada awal tahun depan. 

Adapun, PT Bio Farma (Persero) menyatakan kesanggupan produksi massal vaksin Corona pada kuartal I atau Januari - Maret 2021. Vaksin ini merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan asal China, Sinovac.

Uji klinis tahap III vaksin tersebut akan berjalan sepanjang sisa tahun ini, atau kurang lebih 5 bulan. Sebanyak 1.620 sampel dengan rentang usia 18 - 59 tahun akan ikut serta untuk memastikan vaksin tersebut aman dan efektif menangkal Covid-19.

Saat ini, melalui Induk Holding BUMN Farmasi Bio Farma, telah menerima vaksin dari Sinovac, sebanyak 2.400 vaksin per 19 Juli 2020. Kedatangan vaksin ini akan digunakan untuk kebutuhan fase uji klinis tahap 3 pada Agustus 2020 mendatang.

Berdasarkan data WHO, jumlah kandidat vaksin yang sudah memasuki tahap tiga ada 4 kandidat.

Yakni, vaksin buatan Sonovac, Wuhan Instituteof Biological Product/Sinopharm, Beijing Institute of Biological Product/Sinopharm, dan kandidat vaksin buatan University of Oxford/AstraZeneca.

Data itu, diambil per tanggal 21 Juli 2020 lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top