Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mayoritas Masyarakat Setuju Jika Kantor dan Sekolah Dibuka Lagi

CEO Cyrus Network, Eko Dafid Afianto mengatakan sekitar 84 persen responden yang menyatakan ingin perkantoran dibuka lagi meskipun harus dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  20:49 WIB
Gedung perkantoran terlihat dari ketingian di Jakarta, Senin (13/3). - JIBI/Endang Muchtar
Gedung perkantoran terlihat dari ketingian di Jakarta, Senin (13/3). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Survei nasional Cyrus Network mencatat keinginan besar masyarakat agar aktivitas perkantoran dibuka kembali. 

CEO Cyrus Network, Eko Dafid Afianto mengatakan sekitar 84 persen responden yang menyatakan ingin perkantoran dibuka lagi meskipun harus dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

"Publik tampak ingin segera kembali beraktifitas di luar rumah secara penuh. Ini bukan sekadar faktor kejenuhan, tetapi juga tuntutan ekonomi," ujarnya dalam siaran pers, Senin (27/7). 

Tidak hanya perkantoran, sebanyak 80 persen responden ingin sekolah, mulai dari TK sampai SMA kembali membuka kegiatan belajar mengajar secara langsung. Bahkan untuk perguruan tinggi angkanya tidak jauh beda. Sebanyak 78 persen responden setuju jika kampus dibuka kembali.

Lebih lanjut Eko menyebut New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) didukung oleh 77 persen responden.  Bahkan 41,3 persen di antaranya menyatakan sangat mendukung. Sebab kebijakan ini dinilai sejalan dengan kebutuhan sosial, ekonomi, dan finansial masyarakat. Sementara yang menentang dibukanya AKB hanya sekitar 22 persen.

"Perdebatannya seolah-olah terlihat sengit di media maupun media sosial karena yang 22% ini bisa jadi sangat vokal, dan punya akses lebih banyak untuk menyuarakan ketidaksetujuan mereka," ujar Eko. 

Selain sektor pekerjaan dan pendidikan, publik juga mendukung jika pusat perbelanjaan, restoran-restoran dan warung tradisional dibuka kembali. Sekitar 73 persen responden setuju dengan pembukaan kembali pusat-pusat pembelanjaan, dan 84 persen setuju jika restoran dan warung dibuka kembali.

Eko Dafid mengatakan masyarakat merasa jika kegiatan ekonomi dan AKB tidak dibuka, maka gelombang PHK akan menghantui. Hampir 50 persen responden tidak yakin jika pemerintah bisa membendung gelombang PHK jika aktivitas ekonomi tidak dibuka kembali.

Di sisi lain, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah dalam penanganan dan pengendalian Covid-19, cukup tinggi.

Rata-rata skor kepuasan pemerintah kabuaten/kota, provinsi, sampai presiden berkisar antara 6.96 sampai 7,24 dengan jumlah publik yang mengapresiasi ketiga institusi negara tersebut berkisar antara 78 persen hingga 81 persen. Bahkan untuk Kementerian Perhubungan, yang beberapa kali menuai polemik karena membuka akses transportasi darat-laut dan udara pada saat menjelang lebaran, juga mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat karena 68 persen masyarakat menyatakan puas.

Adapun survei dilaksanakan pada 16-20 Juli 2020. Cyrus Network melibatkan Guru Besar IPB Khairil Notodiputro dan Pengamat Kebijakan Publik Untirta, Riswanda sbagai tim ahli. Sementara itu, survei mencuplik responden sebanyak 1230 orang yang tersebar secara proporsional di 34 provinsi dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,85 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Work From Home pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top