Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Michael Jackson Ternyata Pernah Audisi untuk Peran Profesor X di Film X-Men

Michael Jackson pernah bertemu dengan sutradara "X-Men" Bryan Singer pada 1999 di bekas kantor Fox, dekat Olympic dan Bundy di Los Angeles, dan Jackson secara aktif tertarik untuk peran tersebut.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  21:09 WIB
Patung lilin Michael Jackson di Museum Madame Tussaud - madametussauds.com
Patung lilin Michael Jackson di Museum Madame Tussaud - madametussauds.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Produser film "X-Men", Lauren Schuler Donner, mengungkapkan bahwa penyanyi Michael Jackson pernah ikut audisi untuk peran Charles Xavier aka Profesor X untuk film yang dirilis pada 2000 silam.

Sebuah artikel di The Hollywood Reporter mengungkapkan cerita sang produser terkait proses audisi tersebut. "Saya katakan padanya, kau tahu kan Xavier itu karakter seorang kulit putih yang sudah tua?" ungkap Donner, seperti dikutip melalui Business Insider, Senin (3/8/2020).

Dengan itu Jackson menjawab, "Iya [tahu]. Kau tahu, saya bisa pakai make-up," kenang Donner.

The Hollywood Reporter menuliskan bahwa Jackson bertemu dengan sutradara "X-Men" Bryan Singer pada 1999 di bekas kantor Fox, dekat Olympic dan Bundy di Los Angeles, dan Jackson secara aktif tertarik untuk peran tersebut.

Jackson menyiapkan presentasi 60 menit lengkap, berdebat mendapatkan untuk peran itu, pada akhirnya Jackson mendapatkan peran pasa produksi film pendek "Ghost", yang didasari oleh salah satu cerita Stephen King.

Film pendek itu, yang memperlihatkan Jackson memainkan dua peran: Walikota berusia 60 tahun, dan The Maestro, seorang pesulap yang berusaha dihalau Walikota untuk keluar kota.

Patrick Stewart, yang saat itu terkenal berkat perannya sebagai Kapten Picard di "Star Trek," akhirnya mendapatkan peran Profesor X dan memainkan karakter tujuh kali secara total, dan puncaknya pada "Logan" yang dirilis pada 2017.

Seorang mantan eksekutif mengatakan kepada The Hollywood Reporter bahwa Jackson saat itu berada di posisi yang kurang menyenangkan atas sejumlah tuduhan.

Tuduhan yang dimaksud adalah pelecehan anak, LAPD pertama kali membuka investigasi terhadap Jackson pada tahun 1993 setelah Jordan Chandler yang saat itu berusia 13 tahun menuduhnya melakukan pelecehan seksual.

Artikel THR juga membahas tuduhan pelecehan yang diajukan terhadap sutradara Singer, yang dia bantah.

Aktor yang memerankan Pyro dalam film "X-Men" pertama pada tahun 2000, Alexander Burton mengajukan gugatan pada 20 Juli 2000, menuduh tiga teman penyanyi dan rekan bisnis membiusnya dan menyerangnya secara seksual, THR melaporkan.

Kemudian, ia dilaporkan dipecat dari "Red Sonja" pada tahun 2019 karena tuduhan pelecehan seksual anak, dan dari proyek "Bohemian Rhapsody" pada tahun 2017, karena perselisihan dengan aktor Rami Malek dan sering absen dari set.

"Anda harus mengerti, pria itu [Singer] brilian, dan itulah sebabnya kita semua menoleransi dan bekerja dengannya. Dan jika dia tidak begitu kacau, dia akan menjadi sutradara yang sangat hebat," ujar Donner.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona michael jackson
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top