Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mengenal Herbal Immunomodulator Asli Indonesia yang Bisa Atasi Virus

Belakangan para ahli di Indonesia tengah mengembangkan immunomodulator herbal untuk pencegahan Covid-19.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  20:30 WIB
Pedagang menata jahe merah yang dijual di Pasar Rumput, Jakarta, Rabu n(4/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pedagang menata jahe merah yang dijual di Pasar Rumput, Jakarta, Rabu n(4/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Menjaga sistem imun menjadi penting di tengah pandemi virus corona. Jika imunitas lemah, potensi infeksi Covid-19 semakin besar.

Belakangan para ahli di Indonesia tengah mengembangkan immunomodulator herbal untuk pencegahan Covid-19.

Diterangkan Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr Inggrid Tania, immunomodulator adalah zat atau substansi yang dapat memodifikasi respon imun, mengaktifkan mekanisme pertahanan alamiah maupun adaptif yang dapat mengembalikan ketidakseimbangan sistem imun yang terganggu.

Lebih lanjut dia menjelaskan terdapat 2 jenis immunomodulator. Pertama imunostimulan yakni senyawa yang dapat meningkatkan kerja komponen-komponen sistem imun. Biasanya jenis ini diberikan untuk meningkatkan respon imun terhadap penyakit atau infeksi.

Kedua, imunosupresif yakni senyawa yang digunakan untuk menekan respon imun, meredakan hiper-inflamasu, mengatasi penyakit autoimun, atau mencegah pengolahan transplantasi.

Inggrid menyebut setidaknya ada beberapa contoh herbal imunomodulator. Diantaranya echinacea yang merupakan bunga asli dari Amerika Utara. Bunga berwarna ungu ini bersifat imunostimulasi kuat yang dapat mempercepat penyembuhan selama dan infeksi saluran pernapasan atas. Namun dia hanya bisa dikonsumsi maksimal selama 8-16 minggu berturut-turut.

"Dia juga kontraindikasi untuk penyakit autoimun. Jadi kalau ada orang-orang dengan penyakit autoimun maka dia tidak boleh mengkonsumsi echinacea," terangnya dalam konferensi pers peluncuran Fatigon Promuno, Selasa (4/8/2020).

Kemudian ada sejumlah imunomodulator asli Indonesia yakni meniran, jahe merah, dan sambiloto.

Inggrid memaparkan bahwa Meniran bersifat imunostimulasi kuat yang dapat mempercepat penyembuhan infeksi virus cacar air dan aman untuk pemakaian jangka panjang. Jahe merah juga bersifat imunostimulasi dan bersifat antiradang.

Rempah asli Indonesia itu mampu meredakan batuk dan gangguan pencernaan serta aman dikonsumsi dalam jangka panjang. Terakhir yaitu sambiloto yang bersifat antivirus, dapat menurunkan demam, dan aman untuk pemakaian jangka panjang.

"Sambiloto ini juga bersifat antivirus. Banyak virus-virus yang bisa diatasi dengan sambiloto," bebernya.

Beberapa herbal-herbal yang bersifat imunomodulator itu katanya dapat dikombinasikan untuk mendapatkan efek modulasi respon imun yang lebih optimal dan seimbang. "Bisa ditambahkan daun sembung karena bersifat anti radang," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

herbal obat
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top