Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kafein Bisa Meredakan Sekaligus Memicu Sakit Kepala, Kenapa?

Kafein dapat meredakan dan juga memicu sakit kepala, tergantung seberapa banyak dan seberapa sering Anda mengkonsumsinya.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  12:05 WIB
Kopi - Istimewa
Kopi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Banyak orang percaya mengonsumsi kafein dapat meredakan sakit kepala. Namun menurut medis, hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Melansir Insider, Selasa (11/8/2020), kafein dapat meredakan dan juga memicu sakit kepala, tergantung seberapa banyak dan seberapa sering Anda mengkonsumsinya.

Rasa sakit kepala khususnya migrain, biasanya disebabkan oleh pembesaran pembuluh darah di sekitar otak, yang meningkatkan jumlah aliran darah ke otak. Perubahan aliran darah ini memicu sejumlah mekanisme rumit di otak yang dapat menyebabkan sakit kepala.

Nah dalam hal ini, kafein mempersempit pembuluh darah ini dan dikenal memiliki sifat "vasokonstriksi". Ini berarti menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke otak, dan sebagai hasilnya, dapat membantu meredakan nyeri migrain.

Sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan dalam Human Brain Mapping Journal menemukan bahwa kafein mengurangi aliran darah otak yaitu suplai darah ke otak rata-rata 27%.

Kafein juga dapat membantu meredakan sakit kepala dengan meningkatkan efektivitas obat pereda nyeri. Faktanya, ini adalah bahan utama dalam obat sakit kepala seperti Excerdine dan Anacin, karena membantu Anda menyerap bahan aktif dalam obat.

Ulasan yang diterbitkan dalam The Journal of Headache and Pain pada 2017 mempelajari hasil dari tujuh uji coba terkontrol yang berbeda pada pasien yang menderita migrain atau sakit kepala tipe tegang selama periode 40 tahun. Para peneliti menemukan bahwa obat pereda nyeri yang dijual bebas yang mengandung kafein bekerja lebih cepat dan lebih efektif daripada obat pereda nyeri saja.

Namun kata Amy Stephens, ahli diet berlisensi mengatakan ada banyak studi yang saling bertentangan tentang hubungan antara sakit kepala dan asupan kafein. Sebuah studi dalam jurnal serupa yang terbit pada 2016 menemukan bahwa ketika pasien migrain berhenti minum kafein, setelah meminumnya setiap hari, obat yang disebut triptan, yang mereka konsumsi untuk mengatasi migrain menjadi lebih efektif.

Menurut American Migraine Foundation, apakah kafein dapat membantu sakit kepala atau migrain tergantung pada seberapa sering Anda mendapakannya. Jika menderita migrain episodik atau hingga 14 kali sakit kepala per bulan, kafein dapat membantu meredakannya, tetapi dengan batasan tidak lebih dari 200mg sehari karena dapat meningkatkan risiko mengalami lebih banyak sakit kepala atau migrain.

Jika Anda menderita sakit kepala setiap hari, justru harus menghindari kafein sama sekali seperti yang direkomendasikan oleh National Headache Foundation.

Minum banyak kafein tidak akan membantu meredakan sakit kepala. Misalnya, jika Anda meningkatkan asupan kafein, tetapi tidak meningkatkan jumlah air yang Anda minum, kafein dapat memicu sakit kepala secara tidak langsung karena Anda menjadi lebih dehidrasi. Namun, Anda lebih mungkin mengalami sakit kepala akibat kafein jika Anda terlalu sering meminumnya karena memicu ketergantungan.

Jika Anda tiba-tiba menghentikan atau mengurangi asupan kafein setelah mengonsumsinya secara teratur,  biasanya lebih dari 200 mg per hari selama lebih dari 2 minggu, Anda mungkin merasakan gejala penarikan kafein. Menurut Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5), sakit kepala adalah gejala utama penarikan kafein.

Kafein mempersempit pembuluh darah di sekitar otak Anda, jadi begitu Anda berhenti mengonsumsinya secara teratur, mereka akan berkembang. Hal ini menyebabkan peningkatan aliran darah yang signifikan ke otak, dan itulah yang dapat menyebabkan sakit kepala migrain.

"Jika Anda ingin berhenti mengonsumsi kafein, jangan tiba-tiba berhenti. Kurangi asupan Anda secara bertahap selama beberapa hari. Ini dapat membantu meminimalkan sakit kepala akibat putus zat yang intens," kata Stephens.

Menurut American Migraine Foundation, adalah mungkin untuk menghindari gejala penarikan kafein dengan mengurangi asupan Anda menjadi sedikitnya 25 mg kafein sehari.

Lantas berapa banyak kafein yang harus Anda konsumsi untuk meredakan sakit kepala? Secara keseluruhan, Stephens mengatakan penting untuk mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang. Dengan begitu, Anda dapat mencegah episode penarikan yang potensial. "Jumlah yang tepat di bawah 400 mg kafein per hari," kata Stephens.

Itu sekitar dua hingga empat cangkir kopi, tergantung berapa lama diseduh, serta seberapa kuat kopi yang Anda minum, tambah Stephens.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kafein sakit kepala
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top