Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Obat Antibodi Baru Ditambahkan ke Percobaan Pengobatan Corona Oxford

Obat ini terbukti menyelamatkan satu dari delapan pasien yang sakit parah karena penyakit pandemi virus corona (Covid-19).
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 15 September 2020  |  11:12 WIB
Aktivitas di salah satu Laboratorium yang ada di Kalimantan Tengah,  Rabu (11/5). Bisnis - Nurul Hidayat
Aktivitas di salah satu Laboratorium yang ada di Kalimantan Tengah, Rabu (11/5). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Percobaan Recovery yang membuktikan bahwa steroid telah menyelamatkan nyawa beberapa pasien Covid-19, akan menjalani pengobatan kombinasi antibodi baru dengan uji coba Oxofd. Ini diperkirakan merupakan pengobatan yang menjanjikan, tapi juga menjadi lebih mahal.

Dilansir dari The Guardian, Selasa (15/9/2020) sekelompok pasien yang mengikuti uji coba di sebagian rumah sakit National Health Services Inggris akan dialokasikan secara acak dalam eksperimental regeneron, yang disebut dengan REGN-COV2.

Obat tersebut merupakan kombinasi dari dua antibodi penawar manusia terhadap virus. Perusahaan yang terlibat sebelumnya juga mengembangkan obat antibodi serupa untuk melawan penyakit Ebola, yang disebabkan oleh virus.

Tidak seperti deksametason, obat ini terbukti menyelamatkan satu dari delapan pasien yang sakit parah karena penyakit pandemi Covid-19. Ini juga datang melalui studi hewan dan uji keamanan fase satu, dan sekarang sedang dalam tahapan uji coba tahap akhir di Amerika Serikat.

Peter Horby, profesor penyakit menular dan kesehatan global dari University of Oxford mengatakan bahwa mereka telah menemukan satu pengobatan seperti deksametason, yang bermanfaat bagi pasien Covid-19 tapi tingkat kematiannya terlalu tinggi.

“Uji coba Recovery dirancang khusus sehingga ketika obat yang menjanjikan seperti REGN COV2 tersedia, obat dapat diuji dengan cepat. Kami berharap dapat melihat seberapa aman dan efektif dalam konteks uji klinis acak berskala besar,” katanya.

Martin Landry, wakil kepala penyelidik uji coba dan profesor epidemiologi mengatakan hingga kini, pihaknya telah mempelajari apakah obat yang ada dapat digunakan kembali untuk mengatasi penyakit baru ini dengan rancangan khusus yang menargetkan virus corona baru.

“Ada alasan bagus untuk bersemangat tentang perkembangan baru ini. Recovery akan memberikan penilaian yang kuat tentang efek pengobatan kombinasi antibodi monoklonal yang dibuat di lab ini pada pasien rumah sakit,” tandasnya.

Jonathan Van Tam, wakil kepala petugas medis Inggris mengatakan bahwa uji coba Recovery telah diakui secara global sebagai salah satu pengujian paling sukses di dunia. Dia melanjutkan bahwa ini adalah langkah menjanjikan dalam pencarian untuk menemukan pengobatan yang efektif.

 Akan tetapi, ketika deksametason yang merupakan obat lawas dengan harga relatif terjangkau tidak lagi diperbolehkan untuk merawat pasien, muncul pertanyaan tentang keterjangkauan harga dari obat antibodi jenis baru yang sedang diuji tersebut.

Nick Cammack, pimpinan akselerator terapeutik Covid-19 di Wellcome menuturkan bahwa antivirus baru dan antibodi monoklonal adalah satu satu pengobatan yang menarik dan menjanjikan, tetapi juga yang paling mahal.

“Studi terkontrol acak skala besar seperti Recovery memberi kami pemahaman terbaik tentang apakah obat seperti REGN-COV2 aman dan efektif melawan Covid-19, tetapi kita harus memastikan bahwa pengobatan yang berhasil bisa tersedia untuk semua orang yang membutuhkan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona masker covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top