Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mana yang Lebih Sehat, Minyak Nabati Atau Zaitun?

Jika minyak zaitun dan nabati terlalu panas, maka bisa menghilangkan rasa dan berdampak kurang baik bagi kesehatan.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 18 September 2020  |  10:37 WIB
Minyak zaitun - tsmc.com.au
Minyak zaitun - tsmc.com.au

Bisnis.com, JAKARTA - Ada banyak jenis minyak nabati yang tersedia saat ini seperti minyak zaitun, minyak kedelai, minyak jagung, minyak sayur, minyak alpukat, minyak kelapa, dan sebagainya.

Minyak nabati adalah bahan dasar untuk banyak resep memasak dan memainkan peran utama dalam persiapan makanan dengan meningkatkan rasa serta menambahkan tekstur pada makanan.

Minyak zaitun dan minyak sayur adalah beberapa minyak nabati yang paling umum ditemukan di dapur dan sering digunakan dalam berbagai hidangan di seluruh dunia.

Melansir Boldsky, Jumat (18/9/2020), minyak zaitun adalah minyak alami yang diekstrak dari buah zaitun. Minyak zaitun adalah bahan utama dalam makanan Mediterania. Ini adalah sumber utama lemak yang digunakan dalam berbagai hidangan Mediterania seperti semur, sup, gorengan, salad, dan makanan penutup. Selain memasak, minyak zaitun digunakan dalam sabun, obat-obatan, dan kosmetik.

Sementara minyak nabati diekstrak dari biji bunga matahari, kedelai, ataupun rapeseed. Minyak ini sering kali merupakan campuran dari berbagai jenis minyak. Minyak sayur merupakan minyak yang umum dan paling umum digunakan dan banyak digunakan orang dalam masakan sehari-hari.

Terdapat perbedaan antara minyak zaitun dan minyak nabati. Pertama dari sisi asam lemak. Saat minyak mengalami pengolahan, komposisi nutrisi minyak akan berkurang.

Minyak zaitun membutuhkan minimal pemurnian dan mempertahankan beberapa mikronutrien seperti vitamin E dan K.

Sementara ketika minyak nabati dimurnikan, sebagian besar mikronutrien, antioksidan dan senyawa tanaman bermanfaat dihancurkan. Minyak zaitun extra virgin adalah jenis minyak zaitun yang paling sedikit diproses yang mempertahankan sebagian besar antioksidan dan nutrisi .

Minyak zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang sehat dan disebut sebagai asam oleat dan mengandung sedikit asam linoleat, asam palmitat, asam palmitoleat, dan asam stearat. Asam lemak tak jenuh tunggal seperti asam oleat berkontribusi pada banyak manfaat kesehatan dari minyak zaitun.

Di sisi lain, asam lemak tak jenuh ganda omega 6 sebagian besar ditemukan dalam minyak nabati. Penelitian telah menunjukkan bahwa kelebihan lemak tak jenuh ganda omega 6 dapat meningkatkan risiko penyakit inflamasi kronis.

Kedua dari segi rasa. Saat minyak diekstraksi, minyak dibersihkan dan dipanaskan untuk menghilangkan kotoran untuk memperpanjang umur simpannya. Saat minyak mengalami lebih banyak pemrosesan, jumlah nutrisi dan rasa berkurang.

Pemrosesan minimal minyak zaitun membantu mempertahankan rasa minyak dan memberinya rasa zaitun yang berbeda, sedangkan minyak nabati adalah campuran minyak seperti bunga matahari, kedelai, safflower, dan lainnya yang membutuhkan lebih banyak pemrosesan untuk menghilangkan kotoran. Ini memberi rasa netral pada minyak sayur.

Kesamaan minyak zaitun dan minyak nabati, keduanya bisa terbakar karena memiliki titik asap. Titik asap minyak zaitun olahan adalah 390 derajat Fahrenheit (200 derajat Celcius) dan minyak sayur adalah 400 derajat F (205 derajat C). Karena minyak zaitun extra virgin paling sedikit diproses, ia memiliki titik asap 191 derajat C.

Persamaan lain yaitu kedua minyak ini bisa digunakan untuk memasak. Namun, jika minyak zaitun terlalu panas, dapat menyebabkan penurunan antioksidan dan kehilangan sebagian rasa. Ketika minyak nabati terlalu panas dapat melepaskan beberapa senyawa berbahaya yang dapat merusak kesehatan.

Jadi, Minyak Mana yang Lebih Sehat?

Tentu minyak zaitun, terutama minyak zaitun extra virgin, karena paling sedikit melalui tahap pemrosesan. Minyak zaitun extra virgin diekstraksi dengan cara menghancurkan dan memproses buah zaitun secara manual, sehingga mempertahankan sebagian besar nutrisinya dibandingkan dengan minyak zaitun olahan yang mengalami pemrosesan minimal.

Di sisi lain, minyak nabati mengalami lebih banyak pemrosesan, yang menyebabkan hilangnya nutrisi yang bermanfaat. 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengganti minyak nabati dengan minyak zaitun extra virgin dapat meningkatkan fungsi kognitif di kalangan orang tua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak minyak sawit minyak nabati
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top