Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inilah Penyebab Virus Corona Bisa Mengancam Jiwa Pasien

Semakin banyak bukti yang menunjukkan beberapa pasien virus corona mengalami sakit parah, karena respons interferon yang terganggu.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 25 September 2020  |  12:43 WIB
Petugas memakamkan jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per hari Selasa (8/9/2020) pukul 12.00 WIB menyebutkan kasus meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah 100 oarang menjadi 8.230 orang. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Petugas memakamkan jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per hari Selasa (8/9/2020) pukul 12.00 WIB menyebutkan kasus meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah 100 oarang menjadi 8.230 orang. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Saat dua orang terinfeksi virus corona (Covid-19), satu dari mereka meninggal karena virus tersebut.

Kondisi tersebut adalah kisah nyata yang dialami dua orang saudara. Ada pemuda yang terinfeksi virus corona pada Maret 2020, masing-masing berusia 29 tahun dan 31 tahun. Awalnya, mereka sehat, tetapi sempat merasa sesak dan sulit bernapas menggunakan paru-parunya.

Dokter yang menangani sempat kebingungan, karena pasien yang ditangani awalnya sangat sehat dan muda tetapi sulit bernafas dengan paru-parunya.

Kasus lain yang serupa juga terjadi di Belanda, ketika pemuda berusia 20 tahun tertular virus corona maka ahli genetika dipanggil untuk menyelidikinya.

Apa yang mereka temukan adalah jalur yang mengarah dari kasus parah, variasi genetik, dan perbedaan jenis kelamin hingga hilangnya fungsi kekebalan yang pada akhirnya dapat menghasilkan pendekatan baru untuk merawat ribuan pasien virus corona.

Mengutip dari Bloomberg, Jumat (25/9/2020), benang merah dalam penelitian ini adalah kurangnya zat yang disebut interferon yang membantu mengatur pertahanan tubuh terhadap patogen virus dan dapat diinfuskan untuk mengobati kondisi seperti hepatitis menular.

"Sekarang, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa beberapa pasien virus corona mengalami sakit parah, karena respons interferon yang terganggu," ungkap Shane Crotty, seorang profesor di Pusat Penelitian Penyakit Menular dan Vaksin di La Jolla Institute for Immunology di California, Jumat (25/9/2020).

Interferon adalah hormon berbentuk sitokin berupa protein berjenis glikoprotein yang disekresi oleh sel vertebrata karena akibat rangsangan biologis, seperti virus, bakteri, protozoa, mycoplasma, mitogen, dan senyawa lainnya

Mengutip, Studi landmark yang diterbitkan Kamis di jurnal Science menunjukkan bahwa interferon yang tidak cukup, bisa membuat nyawa pasien Covid-19 terancam.

“Sepertinya virus ini memiliki satu trik besar. Trik besar itu adalah menghindari respons imun bawaan awal untuk jangka waktu yang signifikan dan, khususnya, menghindari respons interferon tipe-1 awal."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasien Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top