Kadet 1947 diklaim sebagai 'untold stories' ini menggambarkan bagaimana potensi dan keberanian tujuh orang kadet yang melakukan serangan udara ke tentara Belanda di beberapa wilayah yang diduduki saat itu./ilustrasi
Entertainment

Sempat Tertunda, Tim Kadet 1947 Lanjutkan Syuting

Nirmala Aninda
Senin, 19 Oktober 2020 - 13:59
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Setelah tertunda sejak Maret, film KADET garapan sutradara Rahabi Mandra dan Aldo Swastia ini akhirnya kembali melanjutkan proses produksi.

Meskipun sempat terhenti, proses syuting film KADET 1947 garapan rumah produksi Temata kembali dilakukan sejak pertengahan September di wilayah Yogyakarta.

Film yang terinspirasi dari kisah kadet (calon pilot angkatan udara) ini digarap lebih dari 300 orang tim produksi termasuk para aktor.

Produser Film KADET 1947 Celerina Judisari berbagi cerita bahwa dengan tantangan dan keterbatasan, semua kegiatan syuting kita berjalan dengan lancar.

"Tantangan pasti ada, apalagi buat film perang gini, prosesnya cukup heavy. Sebagian besar syutingnya di outdoor, ya tanah lapang, hutan, sungai, belum lagi cuaca intens dari siang sampai malam. Tapi teman-teman semuanya enjoy dan excited," ujarnya melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (19/10/2020).

Lokasi syuting dilakukan di daerah yang cukup terpencil, sehingga ketika sedang break para kru biasanya membuat hiburan sendiri dengan main games atau jamming bersama.

Kebersamaan ini, tambah Celerina, justru membuat chemistry para aktor makin kuat saat on shoot.

"Apalagi kalau mereka sudah on costume dan make-up, jadi kelihatan seperti kadet sesungguhnya," cerita Celerina

Selain pengambilan gambar yang menantang, film KADET 1947 juga totalitas dalam menyajikan visual yang apik.

Skala produksinya pun cukup besar, dengan membuat Pangkalan Udara Maguwo dan hanggarnya (asal usul Bandara Adisutjipto yang pernah menjadi sekolah penerbangan untuk kadet), juga pemukiman warga bernuansa era 40-an. 

Set ini dibangun di Landasan Udara Gading TNI AU di Gunung Kidul, Yogyakarta.

Syuting film ini menggunakan sembilan replika pesawat tempur yang dirakit sendiri dengan didampingi oleh Dinas Penerangan TNI AU, salah satunya ada model pesawat Cureng yang dipakai di peristiwa aslinya.

"Nanti eksekusinya akan dikombinasikan dengan teknik CGI untuk menampilkan adegan serangan udara. Jadi biar pas nonton semakin berasa ambiencenya," ungkap Celerina.

Tak hanya mengangkat peristiwa yang jarang dibahas di buku sejarah, film KADET 1947 juga mengulas sisi lain anak muda di tahun 1940-an untuk menunjukkan kisah persahabatan yang dikemas dalam drama heroik.

Kevin Julio pemeran Kadet Mulyono menceritakan pengalaman syutingnya yang menjadi pengalaman menarik serta butuh persiapan mental dan fisik yang kuat.

Para pemain, khususnya yang memerankan tokoh kadet melakukan latihan fisik dengan pelatihan langsung oleh TNI AU. Mulai dari cara bersikap, cara jalan, sampai teknik menerbangkan pesawat.

"Terus dari sisi karakter, gue harus mendalami sisi psikologisnya juga. Gimana sih perasaannya jadi anak muda yang hidup di masa perang? Di satu sisi mereka punya cita-cita mulia, tapi di sisi lain mereka kaya anak muda pada umumnya aja, punya jiwa nekat dan masalah sehari-hari,” ujar Kevin.

Sementara itu menurut Wafda Saifan pemeran Kadet Sutardjo, penggarapan set yang matang jadi salah satu daya tarik utama film ini.

“Gambarin situasi puluhan tahun lalu itu kan sulit ya, apalagi untuk setting medan perang. Banyak detail yang harus dipikirin. Nanti penonton bisa lihat penampakan pesawat tempur warisan Jepang di zaman itu yang sederhana dan vintage banget tapi bisa jadi kendaraan para kadet buat perang melawan Belanda," ujar Wafda.

Setelah tertunda sejak Maret, film yang disutradarai oleh Rahabi Mandra dan Aldo Swastia ini akhirnya mampu mematangkan persiapan, mulai dari tes kesehatan bagi seluruh kru dan perizinan dari pemerintah setempat. Produser Film KADET 1947 Tesadesrada Ryza mengungkapkan perjalanan proses syuting yang harus dilanjutkan di situasi pandemi Covid-19.

“Awalnya pasti khawatir (syuting) di tengah pandemi soalnya hambatannya banyak banget. Tapi, ujung-ujungnya semua bisa dilewati, karena nilai-nilai perjuangan, heroisme, dan persahabatan di film ini juga kita adopsikan di proses syuting kita, jadi ya kita berharap film ini bisa menjadi semangat dan karya yang hangat buat masyarakat”.

Bagikan

Tags :


Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro