Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kondisi Paru-Paru Pasien Meninggal Covid-19 Ungkapkan Fenomena Long Covid

Sebuah studi anyar mengamati paru-paru pasien Covid-19 yang telah meninggal, dan menemukan penjelasan mengapa perlu waktu lama untuk orang pulih. Peneliti yang mempelajari paru-paru pasien meninggal itu mengidentifikasi kerusakan yang terus menerus dan ekstensif.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 05 November 2020  |  16:35 WIB
Pasien virus corona - Antara
Pasien virus corona - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Sejak pandemi virus corona berlangsung, ada peningkatan jumlah laporan tentang beberapa pasien yang menderita long covid, kondisi ketika pasien menderita gejala penyakit Covid-19 selama berbulan bulan setelah pulih dari infeksi awal.

Sebuah studi anyar mengamati paru-paru pasien Covid-19 yang telah meninggal, dan menemukan penjelasan mengapa perlu waktu lama untuk orang pulih. Peneliti yang mempelajari paru-paru pasien meninggal itu mengidentifikasi kerusakan yang terus menerus dan ekstensif.

Dilansir dari Fox News, Kamis (5/11) para peneliti melihat sampel jaringan dari paru-paru, jantung, hati, dan ginjal pada 41 pasien yang meninggal akibat Covid-19 di University Hospital of trieste di Italia antara Februari dan April tahun ini.

Mauro Giacca, profesor di King’s College London yang ikut memimpin penelitian mengatakan bahwa jantung, hati, dan ginjal pasien yang meninggal tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi virus atau peradangan berkepanjangan.

“Namun, di paru-paru para peneliti menemukan kehancuran yang sangat besar. Setiap jaringan paru-paru yang sehat hampir seluruhnya digantikan oleh jaringan parut,” tandasnya.

Dia menjelaskan arti temuan ini bagi penderita Covid berkepanjangan bahwa salah satu alasannya adalah karena kerusakan parah pada jaringan paru. Hal ini terjadi bahkan jika seseorang sembuh dari Covid-19 yang masuk bisa menimbulkan kerusakan besar.

Selain itu, Giacca mengatakan banyak jenis sel pada pasien yang meninggal masih tertular oleh virus corona baru. Kehadiran sel yang terinfeksi ini dapat menyebabkan perubahan struktural utama yang diamati di paru-paru yang dapat bertahan mingguan hingga bulanan.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Lance eBioMedicine itu mengikuti studi terpisah yang mengklaim dapat mengidentifikasi faktor risiko, yang akan membuat pasien lebih mungkin menderita Covid jangka panjang.

Para peneliti menemukan bahwa di antara pasien lama, gejala yang paling sering terdaftar adalah kelelahan, sakit kepala, dispnea, dan anosmia yang lebih mungkin terjadi pada pasien kelompok tua dan pasien perempuan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paru-paru Virus Corona pasien sembuh COVID-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top