Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rumah Mode Chanel Kembali Naikkan Harga Tas

Alasan kenaikan produk tas mereka disebutkan karena adanya fluktuasi nilai tukar dan upaya mendapatkan margin dari dampak pandemi virus corona. 
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 10 November 2020  |  13:59 WIB
Logo Chanel - melleum.com
Logo Chanel - melleum.com

Bisnis.com, JAKARTA - Rumah mode asal Prancis Chanel menaikkan harga untuk kedua kalinya pada tahun 2020. Merek fesyen mewah lainnya diperkirakan akan mengikuti langkah ini.

Alasan kenaikan produk tas mereka disebutkan karena adanya fluktuasi nilai tukar dan upaya mendapatkan margin dari dampak pandemi virus corona. 

Chanel berisiko kehilangan beberapa pelanggannya dengan kebijakan kenaikan itu. Dalam sebuah pernyataan menanggapi pertanyaan Reuters, Chanel mengatakan kenaikan harga terbaru adalah "konsekuensi dari fluktuasi nilai tukar yang signifikan baru-baru ini antara euro dan mata uang lokal tertentu", tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

“Penyesuaian ini dilakukan di semua negara di mana diperlukan dan merupakan jaminan bahwa barang-barang Chanel dijual dengan tingkat harga yang setara di seluruh dunia,” katanya dilansir dari SCMP.

Chanel pada Mei menaikkan harga tas tangan dan barang-barang kulit kecil lainnya di seluruh dunia antara 5 persen hingga 17 persen.

Flavio Cereda, seorang analis di Jefferies, mengatakan kenaikan itu diikuti oleh kenaikan sekitar 5 persen pada Oktober, terutama di China, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan dan Inggris. Dia berharap merek-merek mewah lain mengikutinya untuk mengimbangi pandemi yang melanda hingga menggerus margin 2020.

Merek bintang konglomerat mewah LVMH Louis Vuitton dan Dior, grup mewah Kering's Gucci, Prada, dan Ferragamo, antara lain, juga menaikkan harga tahun ini.

Chanel mengatakan mereka juga telah mengurangi kesenjangan antara harga mereka di Asia dan negara lain di dunia, meskipun analis memperkirakan barang yang sama seringkali 30 persen lebih mahal di pasar Asia terutama China daripada di Eropa.

Chanel mungkin menaikkan harga untuk tas dengan simbol statusnya, yang merupakan bagian terbesar dari penjualan di divisi mode label, tetapi hal yang sama tidak berlaku untuk barang-barang dengan margin lebih rendah seperti pakaian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion Chanel
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top