Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cara Menenangkan Balita Tantrum

Panik, kesal, sedih pasti rasanya campur aduk. Apalagi banyak orang tua yang tidak mengerti apa yang harus mereka lakukan ketika anaknya tantrum.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 17 November 2020  |  15:06 WIB
Ilustrasi - Mirror.co.uk
Ilustrasi - Mirror.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Semua orang tua mungkin pernah mengalami kondisi harus menghadapi anaknya yang mengalami tantrum.

Panik, kesal, sedih pasti rasanya campur aduk. Apalagi banyak orang tua yang tidak mengerti apa yang harus mereka lakukan ketika anaknya tantrum.

Tantrum pada anak memang kondisi yang cukup sulit ditangani. Apalagi, ketika orang tua tidak tahu apa penyebab anaknya tantrum. 

Dikutip dari zerotothree.org, Selasa (17/11/2020), ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan berikut ini:

1. Pikirkan Pencegahan

Pikirkan tentang situasi yang paling mungkin mengarah pada kemungkinan anak Anda mengalami tantrum dan cari solusi pencegahannya.

Misalnya, jika sering terjadi pertengkaran tentang makanan apa yang hendak dikonsumsinya, maka biarkan dia memilih menu makannya sendiri dengan memberikan pilihan. Memberi pilihan memberi anak-anak kesempatan untuk merasa memegang kendali dengan cara yang positif.

2. Menanggapi dengan Empati

Ingatlah bahwa bukan perasaan anak yang menjadi masalah, tetapi apa yang dilakukan anak dengan perasaannya yang dapat menjadi tantangan. Namun, pertama-tama, sangat penting untuk mengetahui perasaan seorang anak karena hal itu membuat dia tahu bahwa perasaan dan pendapatnya penting.

Bagi banyak anak, empati Anda yang membantu mereka mulai tenang. 

3. Atur Batasan yang Jelas

Tetapkan batasnya, dan gunakan bahasa yang dimengerti anak Anda. Jaga agar tetap singkat dan jelas, tetapi tidak mengancam.

Gunakan humor dan imajinasi. Salah satu strategi menghilangkan intensitas dari situasi dan menghindari konflik.

Hindari mengalah. Jika Anda menyerah pada tantrum, anak Anda akan memanfaatkan itu. Ini juga akan membuat Anda lebih sulit saat berikutnya Anda mencoba menerapkan batasan.

4. Cari Dukungan

Masih merasa bingung atau frustrasi? Jika perilaku anak Anda membuatnya sulit untuk menjalin dan menikmati teman, atau memiliki hubungan yang baik dengan Anda, hubungi penyedia layanan kesehatan anak Anda atau profesional perkembangan anak untuk mendapatkan panduan tambahan.

Penilaian yang dilakukan oleh profesional anak usia dini juga dapat memberikan wawasan baru tentang perilaku anak Anda dan bagaimana Anda dapat membantunya mengelola emosinya dengan lebih baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak parenting
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top