Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aplikasi Ini Lindungi Content Creator Dari Aksi Pembajakan di Dunia Digital

Maraknya aksi pembajakan menjadi penting bagi seorang content creator untuk memiliki proteksi terhadap karyanya.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 20 November 2020  |  15:19 WIB
Aplikasi Hyppe bisa melindungi content creator dari pembajakan. - ilustrasi
Aplikasi Hyppe bisa melindungi content creator dari pembajakan. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Proses pembuatan karya bagi seorang content creator bukanlah hal yang mudah, bahkan mereka yang berpengalaman sekalipun. Dimulai dari proses memikirkan konsep hingga melakukan riset sampak akhirnya tercipta suatu karya kreatif.

Setiap content creator harus selalu memikirkan materi apa lagi yang menarik untuk disajikan. Seiring dengan semakin tingginya kebutuhan materi kreativitas tersebut, maka pembajakan konten dari sesama content creator seolah menjadi hal yang sulit dihindari.

Bahkan beberapa instansi besar pun pernah melakukan pembajakan kreativitas yang notabenenya mereka mampu membeli karya dari seorang content creator. Namun, akibat pandangan publik yang menganggap pembajakan sebagai hal umum di dunia digital ini, didukung dengan kemudahan melakukannya, oknum-oknum tersebut menjadi tidak takut mempraktikkan pembajakan tersebut.

Magin M, Chief Strategic Officer PT Hyppe Teknologi Indonesia mengatakan dengan banyaknya tindak pembajakan tersebut maka penting bagi seorang content creator untuk memiliki proteksi terhadap karya yang telah mereka hasilkan.

“Untuk itu, kami dari Hyppe bekerja sama dengan third party server yaitu Blockchain, ditambah dengan sistem Fingerprint Combat dalam implementasi aplikasi kami membantu para content creator untuk melindungi hasil karyanya,” ujar Magin, Jumat (20/11/2020).

Menurutnya, blockchain memiliki peran sebagai security layer yang berfungsi melindungi setiap konten dari pembajakan yang ada, sehingga memberikan transparansi yang jauh lebih baik, karena sifatnya yang immutable atau tidak bisa diubah.

Apalagi ditambah dengan adanya Fingerprint Combat yang melindungi Hak atas Kekayaan Intelektual dari sebuah konten digital yang dienkripsi sehingga karya tersebut tidak dapat dibajak.

Penerapan Blockchain dan Fingerprint Combat sebagai basis teknologi di aplikasi Hyppe berfungsi mencatat data berdasarkan jaringan peer-to-peer yang terdesentralisasi, serta melindungi konten dari pembajakan.

“Basis teknologi ini membuka peluang yang besar bagi para content creator untuk melindungi karya mereka, yang selama ini menjadi hal yang sering terjadi di publik,” terangnya.

Selain sebagai aplikasi media sosial, Hyppe memastikan bahwa setiap penggunanya, baik user maupun content creator dapat menikmati kredit partisipasi dari algoritma iklan perusahaan yang diperoleh. Hyppe juga merupakan sharing economy platform bagi seluruh pihak yang terlibat langsung dalam aplikasi ini.

Selain content creators, pengguna aplikasi atau penonton setia konten-konten yang ada, tidak luput dari kesempatan untuk mendapatkan penghasilan. User akan mendapatkan penghasilan hanya dengan melihat konten dan iklan sponsor di dalam aplikasi Hyppe, yang nantinya akan hadir dalam bentuk HyppePoints di akun masing-masing.

“HyppePoints ini dapat dicairkan dalam bentuk tunai dan non tunai. Keunggulan ini tentu membuat Hyppe sebagai aplikasi media sosial yang sangat dinantikan,” tuturnya.

Bagi pihak advertiser, Hyppe menyediakan fitur yang dirancang untuk kebutuhan bisnis platform digital pertama dan memiliki 10 fitur dalam satu media sosial saja. Selain itu, Advertiser dapat mengatur iklan untuk tayang sesuai dengan segmentasi target audience masing-masing, sehingga membuka peluang yang sangat besar untuk membangun brand awareness.

Untuk efektivitas biaya pengiklan, pihak Advertiser dapat memilih pengaturannya  sendiri atas setiap aspek pengiklanan dalam aplikasi Hyppe, sehingga budget promosi akan lebih rendah dibanding platform lainnya. Aplikasi Hyppe saat ini masih dalam tahap uji pengujian dan segera release akhir tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kreatif aplikasi pembajakan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top