Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teknologi Berbasis Cloud Ini Pacu Bisnis Kecantikan di Masa Pandemi

Melalui teknologi ERP, pelaku bisnis kecantikan akan lebih mudah dalam menjalankan bisnis dalam sistem jarak jauh dan terbantu dalam memantau aktivitas bisnis secara real time.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  16:15 WIB
Lakukan perawatan kulit bersama anak. - istimewa
Lakukan perawatan kulit bersama anak. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Selama masa pandemi, industri kecantikan merasakan gerusan pertumbuhan bisnis yang cukup signifikan. Pembatasan aktivitas di luar rumah, tutupnya klinik kecantikan dan pusat perbelanjaan menyebabkan daya beli konsumen kecantikan menurun.

Hasil survei McKinsey pada awal Mei menunjukkan sebanyak 8 persen responden Indonesia membatalkan atau menunda pembelian make-up. Selain itu, 7 persen responden membatalkan atau menunda pembelian skin care hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Menurut Statista, pada 2019 industri kecantikan menorehkan catatan pertumbuhan bisnis sebesar 5,59 persen. Namun sepanjang 2020, hanya tumbuh 2,84 persen dari tahun sebelumnya dengan nilai transaksi diprediksi mencapai US$7,09 miliar atau Rp99,33 triliun (US$1=Rp14.000).

Sementara prediksi global, McKinsey Consulting mencatat, industri kecantikan telah mengalami penurunan penjualan sekitar 50 persen sejak pandemi, terutama pada penjualan lipstick. McKinsey memperkirakan, pendapatan global dalam bisnis kecantikan akan turun hingga 30 persen pada 2020.

Sejumlah brand kecantikan ternama pun tak luput terkena imbasnya. Salah satunya adalah Ulta Beauty. Akibat pandemi, produk kecantikan asal negeri Paman Sam ini mengalami penurunan penjualan sebanyak 32,7 persen dengan kerugian bersih sebesar US$78,5 juta pada kuartal pertama 2020.

Kondisi pandemi memang mendorong pelaku bisnis kecantikan harus memutar otak agar bisnis tetap berjalan. Selain tetap mengoptimalkan peluang pada produk-produk perawatan yang terkait dengan  imunitas dan  perawatan seperti skin care, body care, hair care dan make up setengah wajah ke atas, Mc Kinsey juga menilai saat ini  waktu yang tepat untuk memperkuat lini bisnis secara digital (digital continues to rise).

Salah satunya dengan memperbaiki sektor manajemen, hijrah dari sistem manajemen konvensional ke sistem manajemen digital berteknologi ERP (Enterprise Resource Planning) menjadi solusi jangka panjang yang harus sedini mungkin dimulai.

Untuk menjawab kebutuhan pelaku bisnis kecantikan pada masa pandemi, perusahaan teknologi ERP asal Korea Selatan Younglimwon SoftLab telah merancang software ERP berbasis Cloud bernama SystemEver.

Dengan teknologi ERP, pelaku bisnis kecantikan akan lebih mudah dalam menjalankan bisnis dalam sistem jarak jauh dan terbantu dalam memantau aktivitas bisnis secara real time.

Jung Saem Mool Beauty (JSM), brand ternama asal Korea Selatan yang terkenal di kalangan penggemar K-Beauty ini menjadi salah satu industri kecantikan yang merasakan manfaat teknologi sistem manajemen berbasis ERP dari SystemEver.

Adanya sistem yang terintegrasi antara aliran modal perusahaan, inventaris, penjualan hingga pembelian menjadi alasan utama Jung Saem Mool memilih SystemEver menjadi partner untuk menguatkan ekosistem bisnis kecantikan di masa depan.

Teknologi ERP mempermudah pelaku usaha mengekspor data berdasarkan kebutuhan, baik untuk keperluan manajemen ataupun pertimbangan bisnis. Keakuratan data juga menjadi pertimbangan lainnya.

Sejak menggunakan SystemEver, Jung Saem Mool Beauty mengaku berhasil menyulap pekerjaannya menjadi begitu mudah dan efisien, terutama dalam mengkalkulasi aktivitas transaksi bisnis secara akurat.

Di samping itu, SystemEver juga membantu brand yang telah mendunia sejak 2019 ini dalam mengetahui biaya produk dan penjualan serta mampu dalam menentukan seberapa banyak keuntungan yang akan diterima oleh perusahaan secara terperinci. Hasilnya, karyawan dapat bekerja lebih efektif dan perusahaan dalam menentukan keputusan lebih efisien.

“SystemEver memudahkan kami dalam mengamankan data analisis biaya. Berkat keunggulan tersebut, kami dapat membuat keputusan berdasarkan penilaian yang akurat untuk tumbuh menjadi perusahaan global di masa depan.” Papar Kwon Ki-deok, SMC (Service Management Center) Team Leader Jung Saem Mool Beauty.

Saat ini JSM telah memiliki jaringan storenya di sejumlah negara di Asia, diantaranya Jepang, Taiwan, Kuwait, Thailand, dan Singapura. Meski belum ada di Indonesia, tetapi produknya bisa diperoleh secara online melalui marketplace. Brand kosmetik yang diambil dari nama pemiliknya sendiri yaitu makeup artis tenama Korea Jung Saem Mool ini dalam skup global, masih mengandalkan penjualan secara online.

Laju sistem manajemen harus berjalan secara konvergen, manajemen produksi, manajemen inventoy, stok, logistik dan pergudangan, hingga packaging dan distribusi, harus bisa terkontrol secara akurat dan efisien. Teknologi sistem manajemen berbasis ERP SystemEver semakin mempermudah pelaku usaha melakukan ekspansi dan menjalani aktivitas bisnis di level global.

Terlebih, SystemEver adalah satu-satunya software ERP yang memiliki keunggulan khas berupa“Visual-K Process Map”. Yaitu fitur tampilan visual proses kerja yang mudah sistematis, digunakan, dan menarik membuat pelaku bisnis kecantikan bisa menggunakan SystemEver dengan lebih mudah meskipun baru pertama kali menggunakannya dan untuk serah terima pekerjaan sekalipun.

Sejak hadir di Indonesia pada 2017, selain bisnis kecantikan, SystemEver juga telah memberi manfaat pada sektor brick manufacture, alat dan produk kesehatan, bidang jasa manajemen dan keuangan di Tanah Air.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi kecantikan tips cantik tips kecantikan
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top