Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Batal Beli Vaksin Covid-19 Sinopharm?

Dalam konferensi pers Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, hari ini, hanya ada 6 vaksin yang disebutkan. Antara lain, Sinovac, Novavax, COVAX/GAVI, AstraZeneca, dan Pfizer.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  19:57 WIB
Kandidat vaksin Covid/19 Sinopharm
Kandidat vaksin Covid/19 Sinopharm

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah dikabarkan batal membeli vaksin Sinopharm untuk program vaksinasi Covid-19 pada tahun depan.

Dalam konferensi pers Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, hari ini, hanya ada 6 vaksin yang disebutkan. Antara lain, Sinovac, Novavax, COVAX/GAVI, AstraZeneca, dan Pfizer.

Padahal sebelumnya, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No. HK.01.07/MENKES/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, Sinopharm menjadi salah satu dari enam pemasok vaksin Covid-19 di dalam negeri. Adapun, pengadaan vaksin dari Sinopharm akan dilakukan oleh PT Kimia Farma Tbk. (Persero).

Beredar kabar bahwa gagalnya pembelian vaksin Sinopharm karena Menteri Kesehatan sebelumnya, Terawan Agus Putranto tidak mau menandatangani kontrak. Hal ini dinyatakan Ketua Komisi VI DPR, Faisol Riza dalam sebuah diskusi daring bertajuk 'Crazy Rich Masuk Kabinet: Membaca Politik Plutokrasi Era Jokowi pada akhir pekan lalu.

Dikonfirmasi melalui pesan singkat terkait kabar gagalnya pembelian vaksin tersebut, Terawan tidak membalas.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto mengatakan saat ini pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan pihak Sinopharm terkait pengadaan vaksin.

"Sampai saat ini masih berproses, namun belum ada perkembangan. Komunikasi terus berjalan," ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (29/12/2020).

Dalam pernyataan sebelumnya, Bambang menyebut Kimia Farma yang merupakan anak usaha Bio Farma akan mengimpor vaksin buatan Sinopharm dalam bentuk jadi. Namun, Kimia Farma belum membicarakan volume maupun nilai vaksin Sinopharm yang akan diimpor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top