Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apakah Swab Antigen bisa Dilakukan Mandiri? dan Kapan Tepatnya Dilakukan

Dalam rapid tes antigen yang diperiksa adalah protein nukleokapsid yakni memeriksa keberadaan virus corona yang masih aktif bereplikasi atau fase menular.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  16:00 WIB
Tes Antigen bertarif Rp105.000 dapat dilakukan di 29 stasiun kereta api.  - KAI
Tes Antigen bertarif Rp105.000 dapat dilakukan di 29 stasiun kereta api. - KAI

Bisnis.com, JAKARTA - Saat ini pemerintah mewajibkan tes swab antigen dan tidak lagi memberlakukan rapid tes antibodi.

Dalam rapid tes antigen yang diperiksa adalah protein nukleokapsid yakni memeriksa keberadaan virus corona yang masih aktif bereplikasi atau fase menular.

Cara pengambilan sampel spesimen dengan nasofaring atau orofaring. 

Adapun akurasinya sebesar 0-94 persen spesifitas lebih dari 97 persen. Artinya kemungkinan positif palsu kurang dari negatif palsu. 

Sangat sensitif dan spesifik terutama pada jumlah virus yang banyak atau fase presimsomatik yakni gejala awal hari 5-7.

Syarat minimal rekomendasi WHO senisifitas lebih dan sama dengan 80 persen dan spesifitas lebih dari dan sama dengan 97 persen. 

Kapan tes swab antigen tepat dilakukan, berdasarkan data dari PDS Patklin dan pedoman pelaksanaan covid-19 dari WHO seperti dikutip dari akun instagram dokter penyakit dalam Adaninggar:

1. Ketika tes PCR sulit ditemukan dan hasilnya lama.

2. Deteksi dan isolasi dini kasus positif di kelompok berisiko. Bisa menjadi dasar diagnosis kasus konfirmasi covid jika bergejala suspek atau tidak bergejala tapi ada kontak erat 

3. Tracing kontak dari pasien positif covid-19

4. Diperiksa saat jumlah virus tinggi yakni di hari kelima terinfeksi.

Kapan swab antigen sebaiknya tidak dilakukan

1. Tempat atau populasi dengan prevelansi penyakit rendah (misal skrining donor darah atau bedah elektif). Apalagi jika pemeriksaan PCR tidak langsung tersedia.

2. Tempat dengan biosafety atau kontrol infeksi tidak tersedia.

3. Jumlah kasus nol atau sporadik

4. Populasi tidak bergejala kecuali ada kontak erat dengan pasien terinfeksi.

Mesti diingat swab antigen hasilnya lebih rendah di bawah tes PCR sehingga harus diperiksa dengan indikasi dan waktu yang tepat dan pada masa kemungkinan covid-19 tinggi (ada kontak erat) perlu pemeriksaan dengan PCR.

Selain itu, tes antigen bukan untuk mengevaluasi kesembuhan karena setelah hari ke 5-7 jumlah virus menurun sehingga ada kemungkinan besar negatif palsu.

Apakah swab antigen diperbolehkan dilakukan mandiri?

1. Swab antigen harus dilakukan di laboratorium atau di ruangan bertekanan negatif.

2. Tempat terbuka dengan memperhatikan keamanan lingkungan sekitar.

3. Harus dilakukan dengan tenaga yang terlatih dalam menggunakan alat dan meminimalkan risiko terpapar.

4. Hasil harus disupervisi dan diintepretasi oleh ahli.

5. Bila dilakukan mandiri rawan salah teknik, salah intepretasi dan berbahaya penularan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona swab test
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top