Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejarah Hari Peluk Nasional, dari AS Menyebar ke Banyak Negara

21 Januari dipilih Kevin Zaborney menjadi Hari Peluk Nasional karena dianggap periode orang-orang berada dalam kondisi mental yang rendah setelah merayakan Natal dan Tahun Baru.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  08:54 WIB
Ilustrasi orang tua memeluk anak
Ilustrasi orang tua memeluk anak

Bisnis.com, JAKARTA - Ide pertama merayakan berpelukan datang dari Kevin Zaborney pada tahun 1986. Dia kala itu masih berusia 24 tahun dan bekerja sebagai spesialis yang menangani kenakalan remaja di Boysville, Mount Morris, Michigan, Amerika Serikat.

Zaborney menemukan fakta sosial bahwa masyarakat AS merasa malu menampilkan perasaan di depan publik. Hal ini kemudian menjadi keresahannya hingga dia membayangkan adanya hari khusus untuk menunjukkan afeksi di muka umum atau public display affection.

Ide itu pun disambut oleh Monica Moeller, cucu dari William dan Helen Chase, inisiator Chase’s Calendar of Event yang memuat aneka hari libur dan perayaan mulai dari kejadian bersejarah hingga tradisi yang tidak lazim di AS.

Kemudian Zabornet pun memilih tanggal 21 Januari untuk merayakan pelukan. Tanggal itu dipilih bukan tanpa alasan.

Menurutnya 21 Januari berada di antara Natal dan Valentine.  Dia berasumsi pada periode tersebut orang-orang berada dalam kondisi emosional yang rendah.

Pasca ditetapkannya Hari Peluk Nasional sebagai suatu peringatan di AS, Zaborney mendapat ribuan surat. Anak-anak mengirimkan kertas berbentuk hati kepadanya.

Hari Peluk Nasional pun semakin dipopulerkan oleh komedian AS Joan Rivers yang mengganti jargonya dari “Can we talk?” menjadi “Can we hug?” pada 21 Januari.

Hari Peluk Nasional juga semakin populer dengan studi yang menyatakan manfaat dari berpelukan. Para peneliti berpendapat pelukan hangat dapat menjaga kesehatan mental.

Popularitas Hari Peluk Nasional kemudian menjalar ke belahan dunia lain. Sejumlah negara yang juga merayakan hari tersebut di antaranya adalah Kanada, Jerman, Swedia, Bulgaria, Guam, Australia, Georgia, Inggris, dan Rusia.

Popularitas Hari Peluk Nasional juga telah sampai di Indonesia. Sejak beberapa waktu terakhir, peluk masuk daftar trending topic di Twitter Indonesia setiap 21 Januari.

Adapun saat ini Hari Peluk Nasional memiliki situs sendiri, yakni https://www.nationalhuggingday.com. Tahun ini situs tersebut merayakan Hari Peluk Nasional yang telah berusia 35 tahun. Di dalam situs tersebut bahkan mencantumkan The Most Huggable Person 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pelukan kesehatan mental
Editor : Muhammad Khadafi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top