Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Film James Bond No Time To Die Ditunda Lagi Gara-gara Pandemi

Studio MGM mengonfirmasi misi 007 berikutnya tidak akan berlangsung hingga Oktober.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  13:59 WIB
Warga melintas di depan poster film James Bond No Time to Die - Bloomberg
Warga melintas di depan poster film James Bond No Time to Die - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -  Buat Anda penggemar film James Bond, kini harus kembali bersabar karena sekuel James Bond No Time To Die ditunda lagi, karena pandemi virus corona.

Studio MGM mengonfirmasi misi 007 berikutnya tidak akan berlangsung hingga Oktober.

Rilisan ke-25 dari saga mata-mata fiksi itu telah diundur beberapa kali.

Awalnya pemutaran film ditetapkan  diputar perdana di London Maret lalu lalu ditunda ke November.

Dengan virus corona yang masih melanda dunia dan ribuan bioskop ditutup lagi karena lockdown, tanggal rilis film 2 April 2021 berikutnya kini juga telah dibatalkan.

Tanggal debut barunya adalah 8 Oktober, menurut pengumuman di situs web James Bond dan cuitan Twitter.

Film yang disutradarai oleh Cary Joji Fukunaga ini akan menjadi film terakhir aktor Daniel Craig sebagai mata-mata Inggris yang ramah setelah membintangi empat film sebelumnya.

Dalam film ini, Rami Malek dari Bohemian Rhapsody (2018) berperan sebagai musuh Bond Safin, sementara Lashana Lynch, Lea Seydoux, Ana de Armas dan Ben Whishaw juga ikut membintangi.

No Time To Die hanyalah salah satu dari lusinan judul Hollywood besar yang ditinggalkan oleh pandemi, karena studio mempertimbangkan apakah akan menunda tanggal rilis tanpa batas waktu atau memilih rilis streaming online yang menghilangkan keuntungan box-office yang penting.

Diproduksi dengan biaya yang dikabarkan sekitar US$250 juta, kesuksesan film tersebut sangat penting bagi MGM, sementara Universal Pictures akan mendistribusikan film tersebut ke luar negeri.

Waralaba Bond adalah salah satu film paling menguntungkan di dunia, dengan Specter (2015) meraup US$880 juta di box office seluruh dunia, sementara Skyfall (2012) meraup lebih dari US$1 miliar secara global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film james bond
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top