Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Waktu Kerja Vaksin Covid-19 hingga Menciptakan Kekebalan Pasca Disuntikkan

Kerja vaksin memang membutuhkan waktu hingga akhirnya membentuk kekebalan atau antibodi pada tubuh seseorang.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 23 Januari 2021  |  13:25 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus positif covid-19 usai menjalani vaksinasi menjadi kekhawatiran sendiri orang untuk menerima suntik vaksin.

Banyak orang akhirnya merasa takut jadi positif mendapatkan suntik vaksin. 

Kerja vaksin memang membutuhkan waktu hingga akhirnya membentuk kekebalan atau antibodi pada tubuh seseorang.

Menurut CDC, biasanya dibutuhkan waktu beberapa minggu bagi tubuh untuk membangun kekebalan atau perlindungan terhadap virus yang menyebabkan COVID-19 setelah vaksinasi. 

Artinya, ada kemungkinan seseorang terinfeksi virus yang menyebabkan COVID-19 sebelum atau setelah vaksinasi dan tetap sakit. Demikian dilansir dari website resminya.

Sementara itu, Epidemiolog UNS Tonang Dwi Ardiyanto mengatakan setelah suntikan pertama, masih butuh waktu untuk mulai terbentuk antibodi.

Menurutnya, butuh sekitar hari ke 12 mulai terbentuk antibodi, dan itupun  masih sedikit sekali.

Setelah suntikan kedua, katanya, baru mulai meningkat kuat. Pada hari ke 28, diharapkan sudah mencapai level proteksi.

Dia memaparkan, proteksi yang diharapkan adalah mencegah timbulnya gejala kalaupun terpaksa terinfeksi covid. Memang belum sampai pada level mencegah terinfeksi, tapi mencegah beratnya gejala yang timbul.

Karena itu, setelah divaksin, masih sangat berisiko terinfeksi dan timbul gejala. Setelah mencapai level antibodi proteksi pun sebenarnya masih tetap harus berhati-hati. Hanya untungnya, kalaupun terpaksa tetap terinfeksi, masih ada antibodi.

Kalau sampai terjadi gejala apalagi berat, risikonya besar. Mudah terjadi perburukan dan fatal. 

Dia mengatakan jika ada kasus orang positif pasca suntik vaksin ini, terjadinya infeksi bukan akibat divaksin. Memang terjadi penularan, dan sumbernya harus ditelusuri dari tracing dan tracking. Bisa saja saat divaksin pertama itu sudah terinfeksi, tapi belum fase timbul gejala. Bisa juga infeksi terjadi setelah suntikan pertama.

"Vaksin yang dberikan TIDAK mungkin menyebabkan positif terinfeksi. Isinya virus yang sudah mati," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top